HEADLINEHALUAN

Mendorong Peran Aktif Perempuan dalam Pembangunan Daerah

×

Mendorong Peran Aktif Perempuan dalam Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Desmon Korina

PAYAKUMBUH,  HARIANHALUAN.ID — Pemerintah terus mendorong peningkatan pemberdayaan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Bagaimanapun, selain sebagai penggerak ekonomi keluarga, perempuan juga berperan dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan di rumah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh, Desmon Korina menilai kondisi pemberdayaan perempuan di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini menunjukkan tren positif.

“Secara umum sudah cukup baik. Perempuan kini semakin aktif di berbagai sektor, baik pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Bahkan dalam keluarga, perempuan tidak lagi hanya bergantung pada pendapatan suami, tetapi ikut menjadi pencari nafkah,” ujarnya.

Khusus di Kota Payakumbuh, peningkatan tersebut juga terlihat dari menurunnya Indeks Ketimpangan Gender (IKG). Pada 2024, IKG tercatat turun sebesar 0,142 poin, yang menandakan semakin baiknya kesetaraan gender di daerah tersebut.

Baca Juga  Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

Dalam mendukung pemberdayaan perempuan, DP3AP2KB menjalankan sejumlah program strategis. Di antaranya program pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan yang mencakup advokasi, sosialisasi, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi.

Selain itu, program perlindungan perempuan juga menjadi prioritas, terutama dalam menangani berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Upaya ini dilakukan melalui edukasi, pendampingan korban, hingga penyediaan layanan rumah perlindungan. “Perempuan harus mengetahui hak dan kewajibannya, serta mendapatkan jaminan perlindungan dan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

DP3AP2KB juga fokus pada program peningkatan kualitas keluarga, dengan membekali perempuan sebagai ibu rumah tangga dengan pengetahuan pola asuh anak. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan generasi yang sehat, berpendidikan, dan berakhlak.

Baca Juga  Tiga Terdakwa Kasus Peredaran Narkotika di Pasaman Dituntut Hukuman Mati

Meski demikian, Desmon mengakui tantangan dalam mewujudkan kesetaraan gender masih cukup besar. Faktor budaya dan stigma menjadi hambatan utama, terutama budaya patriarki yang masih menempatkan laki-laki sebagai pengambil keputusan utama dalam keluarga.

“Masih ada anggapan bahwa perempuan hanya bertugas di ranah domestik, seperti mengurus rumah tangga. Selain itu, ketimpangan akses terhadap pendidikan dan sumber daya ekonomi juga menjadi tantangan,” katanya.

Di sektor ekonomi, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan UMKM perempuan. Berdasarkan data kegiatan responsif gender, banyak pelaku UMKM di Payakumbuh justru dipimpin oleh perempuan.