PENDIDIKAN

Kado Istimewa Jelang Usia 70 Tahun, Herry Zulman Raih Nilai A pada Sidang Tertutup Disertasi Doktor

×

Kado Istimewa Jelang Usia 70 Tahun, Herry Zulman Raih Nilai A pada Sidang Tertutup Disertasi Doktor

Sebarkan artikel ini

PADANG, HALUAN – Semangat menuntut ilmu tak pernah mengenal usia. CEO Lapau Pitih Internasional PT Equator Valuta Asing, H. Herry Zulman, SE, Ak, M.Sc menunjukkan hal tersebut di usia yang hampir genap 70 tahun. Herry berhasil menorehkan prestasi akademik membanggakan dengan meraih nilai A dalam ujian sidang tertutup disertasi Program Doktor Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Jumat (8/5/2026).

Sidang yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Pascasarjana tersebut menetapkan Herry Zulman lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah meraih nilai 93,43. Sehingga dalam waktu dekat, ia dijadwalkan mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor sebagai tahap akhir untuk meraih gelar doktor.

Keberhasilan dalam sidang tertutup ini menjadi momen istimewa bagi Herry Zulman menjelang ulang tahunnya yang ke-70 pada 27 Mei mendatang.

Meski dinyatakan lulus, tim penguji tetap meminta adanya penyempurnaan substansi disertasi sebelum memasuki tahap Sidang Terbuka Promosi Doktor.

Dalam disertasinya yang berjudul “Pola Pembentukan Karakter Berbasis Masjid Sekolah pada SMA Negeri di Kota Padang”, Herry Zulman menawarkan gagasan inovatif tentang optimalisasi fungsi masjid sekolah sebagai pusat pembinaan karakter siswa.

Baca Juga  Berlangsung Hingga 14 April, Seleksi Paskibraka Kota Padang 2026 Dimulai

Dalam risetnya, Herry menilai selama ini keberadaan masjid sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal dalam membentuk kepribadian generasi muda.

“Masjid sekolah jangan hanya menjadi tempat salat saja, tetapi menjadi pusat kegiatan pembinaan karakter yang terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Herry usai sidang.

Menurutnya, pembentukan karakter harus dimulai dari menumbuhkan rasa cinta terhadap masjid sejak dini. Karena itu, diperlukan dukungan kuat dari kepala sekolah, guru, hingga seluruh lingkungan pendidikan.

Model yang dikembangkan Herry bertumpu pada enam pilar utama, yakni keteladanan guru, pembiasaan, internalisasi nilai-nilai Islam, tazkiyatun nafs atau pembersihan hati, sistem reward and punishment, serta partisipasi sosial seperti budaya sedekah.

Tak hanya sebatas konsep, Herry juga menyusun buku panduan implementasi setebal 209 halaman yang nantinya dapat digunakan oleh para mentor dan sekolah dalam menerapkan pola pendidikan karakter tersebut.

Baca Juga  Pegadaian Resmikan Gade Creative Lounge di UIN Imam Bonjol Padang, Dorong Kreativitas dan Ekonomi Syariah

Sidang tertutup itu turut menghadirkan sejumlah akademisi ternama sebagai penguji. Tim penguji dipimpin Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D., dengan sekretaris Prof. Remiswal, S.Ag., M.Pd, kemudian Prof. Dr. H. Dede Rosyada dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Sabri, Prof. Dr. Duski Samad, Dr. Hermawati, dan Dr. Khadijah.

Para penguji memberikan sejumlah catatan dan masukan penting agar hasil penelitian tersebut semakin relevan dengan tantangan pendidikan modern dan memiliki kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Islam.

Herry mengungkapkan, model pendidikan karakter berbasis masjid sekolah itu rencananya akan dipresentasikan kepada Pemerintah Kota Padang agar mendapat dukungan dan dapat diterapkan secara luas di seluruh SMA negeri di Kota Padang.

Ia berharap konsep tersebut mampu melahirkan generasi muda yang religius, berdaya juang tinggi, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat terhadap lingkungan sekitar. (h/yes)