UTAMA

Tafyani Kembali Pimpin BPD Abujapi Sumbar, Bertekad Majukan Industri Jasa Pengamanan

×

Tafyani Kembali Pimpin BPD Abujapi Sumbar, Bertekad Majukan Industri Jasa Pengamanan

Sebarkan artikel ini
Tafyani dilantik dan dikukuhkan bersama jajaran pengurus baru usai terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) II Abujapi Sumbar di Hotel Pangeran Beach Padang, Kamis (25/6). AFRIANITA

PADANG, HALUAN – Tafyani Kasim kembali dipercaya memimpin Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Sumatera Barat periode 2026–2031.

Ia dilantik dan dikukuhkan bersama jajaran pengurus baru usai terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) II Abujapi Sumbar yang berlangsung di Hotel Pangeran Beach Padang, Kamis (25/6).

Acara pelantikan dihadiri jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Abujapi, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumbar, serta perwakilan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) se-Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Tafyani Kasim mengucapkan terima kasih kepada para pembina, anggota, dan seluruh perusahaan anggota yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Abujapi Sumbar pada periode kedua.

Ia mengatakan, kepengurusan lima tahun ke depan akan difokuskan pada upaya memajukan industri jasa pengamanan di Sumatera Barat melalui peningkatan kompetensi tenaga satuan pengamanan (satpam).

Salah satu program prioritas adalah memperbanyak pelaksanaan uji kompetensi bagi satpam agar profesionalisme tenaga pengamanan terus meningkat.

“Kami berharap pada 2027 sudah ada struktur dan skala upah bagi satpam yang dituangkan melalui Surat Edaran Gubernur.

Aturan tersebut diharapkan mengakomodasi tunjangan masa kerja dan tunjangan kompetensi bagi satpam yang telah lulus uji kompetensi,” katanya.

Menurut Tafyani, kondisi industri jasa pengamanan di Sumatera Barat saat ini jauh lebih baik dibandingkan lima tahun lalu, saat itu masih ditemukan pengguna jasa yang membayar upah satpam di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

Kemudian masih ada perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS serta banyak badan usaha jasa pengamanan yang beroperasi tanpa izin atau ilegal di Sumbar.

Baca Juga  Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia Perjuangkan Gaji Layak untuk Satpam

“Alhamdulillah, hari ini sekitar 90 persen BUJP di Sumbar sudah berizin. Satpam juga sudah menerima upah sesuai ketentuan.

Namun kami ingin meningkatkan lagi kesejahteraan mereka karena satpam merupakan profesi yang harus dihargai melalui peningkatan kompetensi,” ujarnya.

Ia menambahkan pada saat ini terdapat sekitar 60 perusahaan yang tergabung dalam keanggotaan Abujapi Sumbar dengan jumlah tenaga satuan pengamanan yang terdata mencapai sekitar 15 ribu orang.

Tafyani berharap ke depan seluruh perusahaan jasa pengamanan yang beroperasi di Sumatera Barat telah memiliki izin usaha dan bergabung sebagai anggota Abujapi sehingga tata kelola industri semakin tertib, profesional, dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi tenaga pengamanan.

Selain peningkatan kesejahteraan, Abujapi Sumbar juga melihat peluang besar bagi tenaga keamanan Indonesia untuk bekerja di luar negeri.

Namun, menurutnya Tafyani yang juga Direktur PT Andalan Mitra Prestasi itu, peluang tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena masih rendahnya minat dan kompetensi tenaga keamanan untuk bekerja di pasar internasional.

“Setiap dibuka kesempatan bekerja di luar negeri selalu sepi peminat. Tantangan kami ke depan adalah menyiapkan satpam yang memiliki kompetensi sehingga mampu bersaing dan memanfaatkan peluang kerja di luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Wakil DPP Abujapi, Udin Kusuma mengatakan pengurus pusat akan terus memantau perkembangan dan efektivitas kepengurusan BPD Abujapi Sumatera Barat yang baru dilantik.

Baca Juga  Inovasi Bawaslu Sumbar Bentuk Kampung Pengawasan Partisipatif

Menurutnya, Tafyani Kasim telah memahami berbagai persoalan yang selama ini dihadapi organisasi sehingga diyakini mampu membawa Abujapi Sumbar semakin maju.

“Ketua yang terpilih saat ini sudah mengetahui secara persis berbagai persoalan yang terjadi di tubuh Abujapi. Kami dari pengurus pusat akan terus memantau perkembangan dan efektivitas kepengurusan yang baru,” katanya.

Udin menambahkan, salah satu tantangan yang dihadapi seluruh pengurus Abujapi di Indonesia saat ini adalah implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 terbaru.

Regulasi tersebut memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan aturan sebelumnya sehingga memerlukan penyesuaian di seluruh badan usaha jasa pengamanan.

“Ini bukan hanya menjadi tantangan bagi Abujapi Sumatera Barat, tetapi juga seluruh Abujapi di Indonesia.

Namun kami optimistis di bawah kepemimpinan Bapak Tafyani Kasim, tantangan tersebut dapat dihadapi dengan baik. Kita akan mencari jalan keluarnya bersama,” tuturnya.

Mewakili Kapolda Sumbar, Dirbinmas Polda Sumbar, Kombes Pol Yudi Rumantoro menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Musda II sekaligus pelantikan pengurus BPD Abujapi Sumbar.

“Atas nama Bapak Kapolda Sumatera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Selamat kepada Bapak Tafyani Kasim atas amanah yang kembali diberikan.

Semoga dalam kepengurusan periode kepengurusan lima tahun ke depan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi Abujapi yang telah disampaikan beliau dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya. (h/ita)