TANAH DATAR, HARIANHALUAN.ID — Keluarga memiliki peran penting dalam membantu pengendalian diabetes melitus tipe 2. Dukungan keluarga, aktivitas fisik, serta perubahan perilaku menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kesehatan pasien dan mencegah terjadinya komplikasi.
Hal tersebut menjadi perhatian tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan yang diketuai Ns. Ida Suryati, M.Kep., tersebut mengusung program “Gerak Sehat DM Berbasis Keluarga”.
Program ini dirancang tidak hanya menyasar pasien diabetes, tetapi juga melibatkan anggota keluarga dan masyarakat yang memiliki risiko terhadap penyakit tersebut.
Lebih dari 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas pasien diabetes, anggota keluarga, serta masyarakat yang berisiko mengalami diabetes melitus.
Melalui edukasi interaktif, diskusi, dan pembagian media informasi, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam membantu menjaga kestabilan gula darah sekaligus menekan risiko komplikasi akibat diabetes.
“Kunci pengendalian diabetes tidak hanya ada pada obat, tetapi juga pada perubahan perilaku, terutama aktivitas fisik dan dukungan keluarga,” ujar Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Ns. Ida Suryati, M.Kep.
Menurutnya, pengelolaan diabetes membutuhkan konsistensi pasien dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Dalam kondisi tersebut, keluarga dapat menjadi bagian penting yang membantu pasien mempertahankan kebiasaan positif.
Keluarga dapat berperan sebagai pengingat, penyemangat, sekaligus pendamping pasien dalam menjalankan aktivitas fisik dan pola hidup sehat. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi pasien dalam mengendalikan kondisi kesehatannya.
Program tersebut juga mengintegrasikan konsep health locus of control, yakni pemahaman mengenai sejauh mana seseorang meyakini bahwa dirinya memiliki kendali terhadap kondisi kesehatannya. Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk memiliki keyakinan bahwa kondisi kesehatan dapat dipengaruhi melalui upaya dan perilaku yang dilakukan secara konsisten.
Dengan demikian, pasien diharapkan tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga aktif menjalankan berbagai perilaku yang mendukung pengendalian diabetes.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut melibatkan mahasiswa UPERTIS. Mahasiswa berperan dalam mendukung proses edukasi sekaligus memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dan memahami persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya aktivitas fisik serta dukungan keluarga dalam pengelolaan diabetes. Kegiatan tersebut juga mendorong tumbuhnya kepedulian dan semangat kebersamaan dalam keluarga untuk menjaga kesehatan.
Tim pengabdian berharap masyarakat dapat memahami bahwa diabetes bukan hanya persoalan yang harus ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan. Pengendalian penyakit tersebut juga membutuhkan keterlibatan pasien, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Edukasi kesehatan, dukungan emosional, aktivitas fisik, serta penerapan pola hidup sehat secara konsisten menjadi bagian penting dalam upaya mencegah komplikasi diabetes. Melalui langkah sederhana yang dimulai dari lingkungan keluarga, upaya pengendalian diabetes diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, keluarga, dan masyarakat pun menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat. (*)












