HEADLINE

Bakteri Ditemukan pada Nasi dan Ayam MBG, Dinkes Temukan Sejumlah SOP Terlalaikan

×

Bakteri Ditemukan pada Nasi dan Ayam MBG, Dinkes Temukan Sejumlah SOP Terlalaikan

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pariaman menemukan sejumlah standar operasional prosedur (SOP) yang terlalaikan pada dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Pasir Pauh, Yayasan Duta Cahaya Bangsa. Temuan tersebut diketahui setelah Dinkes melakukan investigasi terkait kasus gangguan kesehatan yang dialami siswa penerima MBG.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat sekaligus Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Kota Pariaman, Susrikawati, mengatakan investigasi dilakukan langsung ke dapur SPPG saat kejadian, setelah kejadian, hingga dua hari pascakejadian.

“Untuk investigasi ke dapur sudah dijalankan, saat ini dapurnya sedang ditutup sementara,” katanya.

Selain melakukan investigasi, Dinkes juga melakukan surveilans kasus serta mengirimkan sejumlah sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Penelusuran juga dilakukan terhadap tenaga penjamah makanan dan bahan baku yang digunakan dalam proses penyediaan makanan MBG.

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menunjukkan adanya bakteri pada dua jenis makanan. Pada sampel nasi putih ditemukan bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus, sedangkan pada sampel ayam tepung ditemukan Staphylococcus aureus.

Baca Juga  Kabur Selama Lima Tahun, Kejati Sumbar Tangkap Buron Kasus Cabul

Kedua sampel tersebut dinyatakan tidak memenuhi persyaratan mikrobiologi berdasarkan parameter yang diuji.

Sedangkan empat sampel makanan lainnya, yakni tahu, saus lada hitam, sayur buncis dan jagung, serta semangka kuning, memenuhi persyaratan berdasarkan parameter pemeriksaan yang dilakukan.

Menurut Susrikawati, hasil investigasi Dinkes juga menemukan adanya sejumlah SOP yang perlu menjadi perhatian pihak dapur SPPG.

“Investigasi dinkes terkait kasus keracunan, surveilans kasus, serta mengirim sampel makanan ke laboratorium untuk diuji. Kemudian, melakukan tracking tenaga penjamah, tracking bahan baku suda dilakukan. Kini, saatnya untuk pembinaa. Ada beberapa SOP yang terlalaikan (oleh dapur), itu yang harus dibina,” ujarnya.

Ia menyebut SOP yang perlu dibenahi mencakup beberapa tahapan dalam penyelenggaraan makanan, mulai dari kebersihan personal hingga proses makanan sebelum sampai kepada penerima.

“SOP yang diindikasi lalai di antaranya personal higiens, kebersihan hingga terkait proses pengangkutan dan penyimpanan bahan makanan, pengolahan serta pemorsian makanan,” katanya.

Dalam kasus tersebut, sebanyak 128 siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang disediakan dari SPPG Pasir Pauh. Dinkes kemudian melakukan investigasi dan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi penyelenggaraan makanan di dapur tersebut.

Baca Juga  Kapolres Dharmasraya Turun ke Timpeh Meninjau Sekaligus Memadamkan Api Karhutla

Susrikawati menjelaskan, temuan bakteri pada sampel makanan berkaitan dengan persoalan kontaminasi yang perlu menjadi perhatian dalam penerapan SOP pengolahan makanan.

“Jenis bakteri stapilococus muncul karena kontaminasi. Ada host yang mengirimkan bakteri dan berkembang biak bahan makaan karena SOP yang kurang maksimal. Itu yang ditracking untuk mengetahui pasti sumber masalahnya dimana,” jelasnya.

Untuk tindak lanjut, Dinkes Kota Pariaman tidak menyebutkan adanya sanksi terhadap SPPG. Penanganan selanjutnya diarahkan pada pembinaan terhadap pihak pengelola, setelah temuan investigasi disampaikan.

“Kami akan panggil pejabat pejabat sppg untuk menyampaikan temuan temuan dan langkah langkah ke depan. Kemudian secara bertahap kita lakukan pembinaan kembali ke SPPG. Kondisi sppg kita nol kilometerkan mulai dari layak higiens sanitasinya. Semuanya mesti melakukan pemeriksaan ulang kembali,” tutupnya. (h/mta)

SIJUNJUNG

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung bersinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang menyelenggarakan program Tailor Made Training bagi para warga binaan. Pelatihan keterampilan berbasis kemandirian ini dibuka secara resmi pada Selasa (22/9) oleh Kadis Nakertrans…