SOLOK KOTA, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Solok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai menggerakkan program rehabilitasi dan peningkatan sejumlah ruas jalan strategis.
Pekerjaan tersebut dibiayai melalui sumber anggaran penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), dengan total pagu mencapai sekitar Rp18,09 miliar.
Program ini diarahkan untuk memperbaiki kualitas jalan sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
Sejumlah ruas yang menjadi sasaran berada pada jalur permukiman, fasilitas pelayanan publik hingga akses menuju kawasan pertanian dan Balai Benih Ikan (BBI) di Kelurahan Laing.
Terkait itu, Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE,MM mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus bermuara pada kemudahan masyarakat dalam menjalankan aktivitas dan memperoleh pelayanan dasar.
“Peningkatan infrastruktur harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga memperlancar akses masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat ekonomi dan berbagai pelayanan dasar lainnya,” ujarnya.
Menurut Ramadhani, keterbatasan fiskal daerah membuat pemerintah harus semakin selektif dalam menentukan prioritas pembangunan. Setiap anggaran yang tersedia harus diarahkan kepada kebutuhan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan adanya penyesuaian TKD, kita harus memastikan anggaran yang tersedia digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian, terutama yang berkaitan dengan konektivitas dan akses pelayanan publik,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan pekerjaan nantinya tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi. Pengawasan, menurutnya, menjadi bagian penting agar investasi pemerintah daerah melalui pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Yang kita inginkan bukan sekadar jalan selesai, tetapi jalan yang berkualitas dan bisa dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang panjang. Karena setiap rupiah anggaran daerah pada hakikatnya adalah uang masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solok Afrizal, S.Pd, M.Eng menjelaskan, paket pertama berupa konsolidasi rehabilitasi sejumlah ruas jalan, yakni Simpang 5 Laing-Batas Kota Damar, ruas depan Masjid Kampung Jawa-Jembatan Laing Pasir, ruas Puskesmas Nan Balimo-Samping Rumah Wali Kota, ruas depan SDN 07 KTK-Jembatan Gantung KTK, serta peningkatan ruas Jembatan Laing-Pasir Laing Taluak sebagai akses menuju BBI.
Paket tersebut memiliki pagu Rp8,117 miliar dengan masa pelaksanaan 60 hari kalender. Proses tender telah selesai dan pada 1 Oktober 2026 diterbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
Pekerjaan meliputi pengaspalan atau overlay AC-WC sepanjang 3.950 meter, pembangunan drainase 300 meter, pengecoran bahu jalan 2.250 meter serta pemasangan marka jalan sepanjang 3.950 meter.
Paket kedua merupakan pemeliharaan berkala ruas Jalan Lingkar IX Korong, ruas depan Balai Kota-Simpang Aro, jalan samping Kantor Pengadilan-Sinapa Piliang dan ruas depan Masjid Agung-Aro atau Jalan Manunggal.
Paket dengan pagu Rp5,913 miliar tersebut memiliki waktu pelaksanaan 50 hari kalender. Namun, proses pengadaan masih berlangsung karena terdapat sanggahan dari peserta tender.
Berdasarkan informasi Pokja Pemilihan UKPBJ Kota Solok, masa sanggah berlangsung hingga 5 Oktober 2026. Pada paket ini direncanakan pengaspalan atau overlay AC-WC sepanjang 3.540 meter, pembangunan drainase 200 meter, pengecoran bahu jalan 2.005 meter dan pemasangan marka jalan sepanjang 3.540 meter.
Sementara paket ketiga berupa pemeliharaan berkala ruas Jalan BRI-Tanjung Paku, Jalan Syech Kukut-ruas samping Kantor Lurah Nan Balimo-Tanjung Paku, serta peningkatan jalan dan drainase di samping Kantor Camat Tanjung Harapan.
Paket senilai Rp4,062 miliar itu memiliki masa pelaksanaan 60 hari kalender. SPPBJ telah diterbitkan pada 1 Oktober 2026 dan saat ini menunggu jaminan pelaksanaan pekerjaan.
Pekerjaan paket ketiga meliputi overlay AC-WC sepanjang 2.145 meter, pembangunan drainase menggunakan U-Ditch sepanjang 200 meter, pengecoran bahu jalan 1.250 meter serta pemasangan marka jalan sepanjang 2.145 meter.
“Jika seluruh paket berjalan sesuai rencana, sedikitnya 9,6 kilometer ruas jalan akan mendapatkan penanganan melalui pengaspalan atau overlay, disertai pembangunan drainase, bahu jalan dan marka,” ucap Afrizal. (*)












