PADANG, HARIANHALUAN.ID — Fakultas Pascasarjana Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA) membekali 212 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dengan wawasan terkait kecerdasan buatan (AI), ekonomi hijau (green economy), dan pengembangan sumber daya manusia (human capital) menuju Indonesia Emas 2045.
Pembekalan tersebut disampaikan dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru dan Kuliah Umum Fakultas Pascasarjana UPGRISBA yang digelar di Aula Gedung B Universitas PGRI Sumatera Barat, Sabtu (3/10).
Kegiatan mengangkat tema “AI, Green Economy, dan Human Capital: Meningkatkan Generasi yang Berdaya Saing dan Kreatif untuk Indonesia Emas 2045”. Kegiatan menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Pelaksana Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana UPGRISBA, Dr. Erna Juita, mengatakan, 212 mahasiswa baru tersebut tersebar pada sejumlah program studi, yakni Humanitas, Lingkungan, Manajemen dan Kewirausahaan, Pendidikan Guru Vokasi, Pendidikan Bahasa Indonesia, serta Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Kurang lebih 60 mahasiswa hadir secara luring, sementara sebagian besar mahasiswa mengikuti kegiatan secara daring,” ujar Erna.
Menurutnya, orientasi dilaksanakan selama satu hari dengan salah satu agenda utama berupa kuliah umum yang menghadirkan akademisi sebagai narasumber.
Ia mengatakan, perkuliahan bagi mahasiswa Pascasarjana dijadwalkan mulai berlangsung pada pekan berikutnya. Penerimaan mahasiswa baru juga masih dibuka dalam dua pekan ke depan.
Sementara itu, Dekan Pascasarjana UPGRISBA, Dr. Irwan, mengatakan, pelaksanaan perkuliahan di Fakultas Pascasarjana dilakukan secara hybrid sehingga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa dari berbagai daerah.
“Semoga kita dapat terus berkolaborasi dan bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” katanya.
Ia menyebutkan, Pascasarjana UPGRISBA juga menerima mahasiswa internasional dari Malaysia pada tahun ini. Selain itu, sebanyak 58 mahasiswa Pascasarjana telah diwisuda dengan rata-rata waktu penyelesaian studi sekitar 1,8 tahun.
Menurut Irwan, proses pembimbingan tesis bagi mahasiswa juga mulai diarahkan sejak akhir semester pertama bersama dosen pembimbing.
Dorong Mahasiswa Kritis dan Inovatif
Rektor UPGRISBA, Prof. Dr. Ansofino, menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan keterampilan penelitian bagi mahasiswa Pascasarjana.
Menurutnya, orientasi tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi proses memahami budaya akademik serta peran perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.
“Pascasarjana disiapkan untuk mahir meneliti, sehingga dapat membentuk tim-tim riset antara mahasiswa Pascasarjana dan dosen. Mahasiswa harus mampu berpikir kritis dan inovatif,” tegas Ansofino.
Ia berharap tesis dan berbagai karya akademik mahasiswa tidak hanya menjadi pemenuhan persyaratan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan pembangunan dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Ketua BPH PB PGRI Universitas PGRI Sumatera Barat dan SMA PGRI 1 Padang, Dr. Dasrizal, turut memberikan motivasi kepada mahasiswa baru. Ia menyapa mahasiswa yang berasal dari Malaysia, Kalimantan, dan berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti kegiatan secara daring.
“Pantang pulang sebelum menjadi magister,” ujarnya.
Dasrizal mengatakan, mahasiswa Pascasarjana UPGRISBA berasal dari berbagai daerah hingga mahasiswa internasional. Proses perkuliahan juga didukung dosen profesional dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dua Guru Besar Berikan Wawasan
Pada sesi kuliah umum, mahasiswa mendapatkan materi dari dua guru besar. Prof. Dr. Rahmi Fahmy, S.E., MBA., menyampaikan materi bertema “Human-Centered Governance, Green Innovation, dan Sustainable Entrepreneurship untuk Membangun Masyarakat Cerdas dan Ekonomi Berkelanjutan.”
Materi tersebut membahas pentingnya tata kelola yang berpusat pada manusia, inovasi hijau, serta kewirausahaan berkelanjutan dalam membangun masyarakat cerdas dan perekonomian berkelanjutan.
Selanjutnya, Prof. Dr. Waras Kamdi, M.Pd., menyampaikan materi “Transformasi Pendidikan Berbasis Teknologi dan Literasi untuk Menyiapkan Generasi Kompeten, Adaptif, dan Berdaya Saing di Era Smart Society.”
Materi tersebut menekankan pentingnya transformasi pendidikan, penguatan literasi, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, kreatif, dan mampu menghadapi perubahan teknologi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), Edlink UPGRISBA, serta Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS) Fakultas Pascasarjana UPGRISBA.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan memahami budaya akademik, sistem pembelajaran, arah pengembangan Pascasarjana, serta pentingnya menghasilkan karya akademik dan penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)












