SUMBAR

Pengurus Apkasindo Sumbar Minta Penerima Beasiswa Petani Sawit Tak Terlibat Judol

×

Pengurus Apkasindo Sumbar Minta Penerima Beasiswa Petani Sawit Tak Terlibat Judol

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID – Pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Barat yang juga pengurus DPP Apkasindo, Jhon Nasri, mengingatkan penerima beasiswa petani Kelapa Sawit, agar tidak terlibat dalam kegiatan judi online. Hal itu disampaikannya kepada Harianhaluan.id, Rabu (20/05), di Pulau Punjung.

Dikatakannya, semua proses sudah di lalui oleh mahasiswa atau mahasiswi penerima beasiswa petani Kelapa Sawit itu, mulai pelamaran dengan mendaftar secara online, ujian tertulis, ujian wawancara dan segala macamnya, salah satu yang ditanda tangani memakai materai oleh calon penerima beasiswa adalah surat perjanjian dimana salah satu isinya mengikuti aturan dan tidak melanggar aturan yang ada di negara Republik Indonesia.

“Judi online itu adalah pelanggaran hukum,” imbuh Jhon Nasri yang juga Ketua KUD Lubuk Karya itu.

Lebih jauh ia memaparkan, bahwa DPD PKS setiap enam bulan sekali melakukan monitoring ke kampus kampus yang sudah bekerja sama dan menerima anak anak penerima beasiswa petani Kelapa Sawit, dan selalu pihak DPD PKS mengingatkan kepada pihak kampus untuk selalu melakukan monitoring kepada mahasiswa yang melakukan kejanggalan dalam kehidupan sehari hari.

Bahkan baru baru ini katanya, ada anak penerima beasiswa petani Kelapa Sawit yang sudah di kembalikan kepada orang tua nya karena melakukan pelanggaran hukum dan disamping itu juga mengembalikan uang yang sudah dipakainya diperkirakan sebesar Rp70 juta dalam setahun.

Baca Juga  Ikuti Retret Nasional di Akmil, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Siap Tajamkan Kinerja

Untuk itu kata Jhon Nasri, agar seluruh anak anak penerima beasiswa petani Kelapa Sawit untuk dapat menjalankan perkuliahan dengan baik dan jangan melakukan hal hal yang salah.

Untuk peminat beasiswa petani Kelapa Sawit setiap tahunnya kata Jhon Nasri, selalu mengalami peningkatan, artinya peminat beasiswa petani Kelapa Sawit terus meningkat.

Khusus untuk petani Dharmasraya, dilakukan pembimbingan khusus agar dalam melaksanakan ujian tidak grogi dan tidak canggung lagi. (*)