PADANG, HARIANHALUAN.id— BRI Region 3 Padang terus memperkuat perannya dalam mendorong pemerataan ekonomi lokal melalui berbagai program pemberdayaan UMKM dan desa.
Hingga April 2026, sebanyak 130 Desa BRILiaN dan 1.220 Klaster Usaha telah tumbuh di wilayah kerja BRI Region 3 Padang sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Ramah Tamah dan Silaturahmi BRI Region 3 Padang di Resto Padang Old Town Padang, Senin (25/).
Department Head Micro Business BRI Region 3 Padang, Riana mengatakan, pemberdayaan UMKM tidak lagi hanya berbicara soal akses pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha, literasi, pendampingan, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan ekosistem yang mampu mendorong usaha berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing lebih kuat.
“Melalui berbagai program pemberdayaan seperti Desa BRILiaN, Klaster Usaha, Rumah BUMN, dan LinkUMKM, pelaku UMKM diharapkan memperoleh pendampingan yang lebih terstruktur, akses informasi yang lebih luas, serta kesempatan meningkatkan kapasitas usahanya,” ujar Riana.
Ia menjelaskan, Program Desa BRILiaN menjadi salah satu strategi pemberdayaan desa yang difokuskan pada penguatan potensi ekonomi lokal, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta pengembangan usaha berbasis masyarakat.
Hingga April 2026, tercatat sebanyak 130 desa telah mengikuti program tersebut di wilayah kerja BRI Region 3 Padang.
Selain itu, BRI juga membina 1.220 Klaster Usaha yang tersebar di berbagai daerah dan sektor usaha.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, para pelaku usaha didorong tumbuh bersama melalui pendampingan, pelatihan, dan penguatan literasi usaha.
Dalam pengembangan kapasitas UMKM, BRI Region 3 Padang turut mengoptimalkan peran Rumah BUMN sebagai pusat kolaborasi, pelatihan, dan inkubasi bisnis.
Saat ini terdapat dua Rumah BUMN binaan BRI di wilayah tersebut, yakni Rumah BUMN Bukittinggi dan Rumah BUMN Padang Panjang.
Sepanjang 2026, sebanyak 4.178 UMKM baru telah menjadi binaan dengan total 18 pelatihan yang telah dilaksanakan.
Pelatihan tersebut mencakup pengembangan usaha, pemasaran digital, rebranding produk, hingga pemanfaatan layanan keuangan digital seperti QRIS BRI.
“Rumah BUMN menjadi salah satu ruang penting bagi UMKM untuk mendapatkan pelatihan, pendampingan, hingga penguatan daya saing produk agar mampu berkembang lebih baik,” katanya.
Di sisi digital, BRI juga menghadirkan platform LinkUMKM yang dapat diakses melalui website dan aplikasi. Hingga April 2026, sebanyak 225.276 UMKM telah bergabung dan memanfaatkan platform tersebut.
Melalui LinkUMKM, pelaku usaha dapat melakukan self-assessment untuk mengetahui kelas usaha, mengikuti pelatihan reguler maupun tematik, memperoleh akses pasar, hingga berinteraksi langsung dengan para pakar UMKM.
“Pemanfaatan platform digital menjadi salah satu faktor penting dalam proses pemberdayaan UMKM. LinkUMKM hadir untuk memudahkan pelaku usaha mengakses edukasi, informasi, dan jejaring bisnis secara lebih luas,” tambah Riana.
Sementara itu, Regional CEO BRI Region 3 Padang, Riza Pahlevi menegaskan, BRI terus berupaya menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan UMKM dan masyarakat desa.
Menurutnya, penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan pemanfaatan layanan digital menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM agar mampu tumbuh lebih kuat dan naik kelas.
“Melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan, kami berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring dan akses pasar, serta tumbuh lebih berkelanjutan.
Ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat dan sekitarnya,” ujar Riza. (h/ita)











