PENDIDIKAN

Berusia 18 Tahun, Universitas Syedza Saintika Bidik Kelas Internasional

×

Berusia 18 Tahun, Universitas Syedza Saintika Bidik Kelas Internasional

Sebarkan artikel ini
Rektor Universitas Syedza Saintika, Gusliani Eka Putri yang diwakili Kepala Pusat Kerja Sama dan Urusan Internasional, Roza Marlinda dan tim menerima kunjungan silaturahmi Tim Manajemen Harian Haluan, Rabu (9/9).

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Genap berusia 18 tahun, Universitas Syedza Saintika (UNSYKA) tak ingin berhenti pada pertumbuhan jumlah mahasiswa. Perguruan tinggi yang berawal dari sekolah tinggi kesehatan itu kini mengarahkan pengembangan institusi pada penguatan mutu akademik, peningkatan kualitas dosen, akreditasi, hingga perluasan jejaring internasional.

‎‎Rektor Universitas Syedza Saintika, Gusliani Eka Putri yang diwakili Kepala Pusat Kerja Sama dan Urusan Internasional, Roza Marlinda, mengatakan pengembangan kampus dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) perguruan tinggi. Universitas Syedza Saintika sebelumnya bernama STIKes Syedza Saintika yang berdiri pada 2008. Perguruan tinggi tersebut didirikan Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia (YPSDM) Sumatera Barat dengan Ketua Pembina Yayasan Profesor Syamsul Amar, M.S.

‎”Transformasi dari STIKes Syedza Saintika menjadi Universitas Syedza Saintika pada Februari 2024 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan perguruan tinggi swasta di bawah naungan LLDIKTI Wilayah X. Setelah menjadi universitas, kami terus berbenah step by step. Langkah-langkah ke depan sudah dituangkan dalam Renstra dan saat ini dikerjakan bersama oleh pimpinan serta penjaminan mutu,” ujar Roza saat menerima kunjungan tim Harian Haluan, terdiri dari Pimpinan Perusahaan Silvia Oktarice, Wakil Pemimpin Redaksi Isra Hermanto dan Sekretaris Redaksi Dafit Revalon, Rabu (9/9).

Saat ini, Universitas Syedza Saintika memiliki sekitar 3.200 mahasiswa, 10 program studi dan satu program magister. Tahun ini, jumlah mahasiswa baru mencapai sekitar 750 orang, dengan Program Studi Keperawatan menjadi salah satu yang paling diminati, yakni sekitar 260 mahasiswa baru.

‎‎Pada awal berdiri, STIKes Syedza Saintika hanya memiliki dua program studi, yakni Keperawatan dan Kebidanan. Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, program studi terus bertambah, mencakup Kesehatan Masyarakat, Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Rekam Medis/Manajemen Informasi Kesehatan (MIK), Psikologi dan Bisnis Digital.

‎‎Pengembangan juga dilakukan pada jenjang pendidikan. Program Studi Kebidanan kini memiliki jenjang S1 dan profesi, sedangkan Keperawatan mencakup S1 dan Profesi Ners. ‎Terbaru, Universitas Syedza Saintika membuka Program Magister Sains Laboratorium Medik dan tengah mempersiapkan pembukaan Program Magister Keperawatan.

‎‎”Pertumbuhan institusi dibarengi dengan upaya memperkuat mutu akademik. Salah satu capaian terbaru yakni Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan berhasil meraih akreditasi Unggul. Sementara itu, sejumlah program studi lainnya masih menjalani proses pengembangan dan re-akreditasi menyesuaikan sistem akreditasi yang baru. Untuk tingkat institusi, pihak kampus menargetkan proses re-akreditasi berlangsung pada akhir 2026,”ucapnya.

‎Target jangka panjangnya lebih besar. Universitas Syedza Saintika membidik predikat perguruan tinggi unggul, profesional dan berdaya saing global pada 2028. Untuk mencapai target tersebut, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas. Saat ini kampus memiliki sekitar 100 dosen dan lebih dari 30 tenaga kependidikan.

Baca Juga  KI Sumbar Siap Terima Register Sengketa Informasi PPDB Online

‎”Saat ini kampus kita juga telah memiliki satu profesor, sementara sejumlah dosen lainnya sedang menempuh pendidikan doktoral. Peningkatan kualifikasi tersebut diharapkan memperkuat kapasitas akademik sekaligus jabatan fungsional dosen,”katanya.

‎Dari sisi sarana, pengembangan dilakukan melalui dua kampus. Kampus I di Air Tawar dan kampus II di Parupuk Tabing mulai dioperasikan pada 2025.

‎Tak hanya pada bidang pendidikan, capaian juga terlihat pada penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Syedza Saintika tercatat meraih peringkat pertama di lingkungan LLDIKTI Wilayah X dalam sejumlah kategori penelitian dan pengabdian yang memperoleh pendanaan, termasuk jumlah penelitian, besaran dana, dan program pengabdian kepada masyarakat.

Bidik Kelas Internasional

‎‎Orientasi global menjadi salah satu agenda utama Universitas Syedza Saintika. Kerja sama internasional telah dijalin dengan sejumlah mitra di Jepang, Filipina, Taiwan dan Malaysia, termasuk perguruan tinggi di Batam. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian serta publikasi bersama, hingga kegiatan akademik lainnya.

‎Mahasiswa Universitas Syedza Saintika juga telah mendapat kesempatan mengikuti praktik dan kegiatan akademik di sejumlah rumah sakit di Malaysia. Di antaranya KPJ Hospital Cempaka Putih dan Putra Specialist Hospital.

‎”Pengalaman internasional dinilai penting bagi kita untuk memperkenalkan mahasiswa pada standar pelayanan kesehatan, teknologi dan budaya kerja di negara lain. Seperti ‎Jepang juga menjadi salah satu negara yang cukup banyak menyerap lulusan Universitas Syedza Saintika,”ujarnya.

‎Namun, peluang tersebut sekaligus menghadirkan tantangan, terutama kemampuan bahasa asing. ‎Karena itu, kampus membekali mahasiswa dengan program inkubator yang salah satunya difokuskan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di luar mata kuliah reguler.

‎”Di tingkat satu, program inkubator ini wajib diikuti seluruh mahasiswa. Setelah itu ada inkubator lanjutan di tingkat dua, tiga dan empat bagi mahasiswa yang ingin mengikutinya,” jelas Roza.

‎Selain kemampuan bahasa, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan soft skill secara rutin, mulai dari etika, sikap profesional hingga kesiapan menghadapi dunia kerja. ‎Langkah berikutnya adalah membuka kelas internasional. Saat ini, program tersebut masih dalam proses persiapan dan membutuhkan sejumlah perizinan sebelum direalisasikan.

‎Kerja sama internasional juga akan diperluas. Pada 2027, sejumlah perguruan tinggi dari Malaysia direncanakan membawa mahasiswa dan dosen untuk mengikuti program akademik di Universitas Syedza Saintika selama beberapa pekan.

‎Sementara itu, dosen dari luar negeri telah mengajar di Universitas Syedza Saintika selama satu semester. Program tersebut telah berlangsung selama tiga tahun. Sebagai perguruan tinggi yang memiliki banyak program studi bidang kesehatan, pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa.

‎Universitas Syedza Saintika menggandeng sejumlah rumah sakit rujukan sebagai lokasi praktik, di antaranya RSUP Dr. M. Djamil Padang, RS Jiwa Prof. HB Saanin, RS Tentara Dr. Reksodiwiryo, RS Ahmad Mochtar Bukittinggi, Rumah Sakit Otak Nasional, RSUD Pariaman serta sejumlah rumah sakit di Jakarta.

Baca Juga  179 Pelajar SMA 1 Salimpaung Gelar Perpisahan

‎Untuk mahasiswa profesi, praktik bahkan dapat berlangsung selama berbulan-bulan di rumah sakit rujukan sebelum dilanjutkan pada fasilitas kesehatan dan lingkungan masyarakat.

‎Pihaknya menilai semakin beragam lokasi praktik, semakin luas pengalaman yang diperoleh mahasiswa, terutama dalam menghadapi variasi kasus, perkembangan teknologi kesehatan dan standar pelayanan.

‎Ke depan, Universitas Syedza Saintika tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah mahasiswa. Kualitas lulusan dan daya saing global menjadi ukuran utama yang hendak dicapai.

‎”Kita terus melakukan penguatan akreditasi, peningkatan kualitas dosen, perluasan kerja sama internasional serta pengembangan program studi yang sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja menjadi strategi kampus menuju target 2028,”ucapnya.

‎Dalam kunjungan tersebut, Pimpinan Perusahaan Harian Haluan, Silvia Oktarice, mengatakan pertemuan menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan dengan mitra yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan Harian Haluan.

‎”Kami berharap melalui kunjungan dan pertemuan ini, ke depan bisa terbangun kolaborasi antara Harian Haluan dan Universitas Syedza Saintika, khususnya dalam publikasi dan penyebarluasan informasi,” ujar Silvia.

‎Menurutnya, kolaborasi diharapkan tidak sebatas publikasi, tetapi dapat berkembang menjadi hubungan yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

‎Di usia ke-78 tahun, Harian Haluan juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Selain mempertahankan media cetak, Harian Haluan memperkuat ekosistem digital melalui HarianHaluan.id dan Hantaran.co serta berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, TikTok dan YouTube.

‎”Alhamdulillah, media sosial kami juga terus berkembang. Sekitar dua tahun terakhir, kami juga semakin aktif mengembangkan YouTube dan podcast,” katanya.

‎Wakil Pemimpin Redaksi Harian Haluan, Isra Hermanto, menambahkan kerja sama dengan Universitas Syedza Saintika dapat dilakukan secara terintegrasi melalui media cetak, media digital maupun media sosial.

‎”Kalau kerja sama berita, tentu bisa disepakati. Misalnya berapa berita yang diterbitkan di digital, kemudian untuk iklan juga bisa. Di Instagram juga bisa. Semuanya dapat dikondisikan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

‎Menurut Isra, keberadaan media cetak tetap memiliki pasar tersendiri di tengah pesatnya perkembangan media digital.

‎‎”Kalau online kami tidak tinggalkan. Kami tetap membangun platform digital. Tetapi sampai sekarang masih banyak pihak yang meminta publikasi di media cetak,” katanya.

‎Ia menilai media cetak juga memiliki nilai dokumentasi dan validasi informasi tersendiri bagi sebagian masyarakat, sementara platform digital menjadi kanal penting untuk menjangkau pembaca yang lebih luas, terutama generasi muda.

‎”Dengan menggabungkan kekuatan media cetak, portal berita digital dan media sosial, Harian Haluan membuka ruang kolaborasi dengan Universitas Syedza Saintika untuk memperluas jangkauan informasi mengenai program, prestasi, kegiatan akademik dan berbagai capaian perguruan tinggi tersebut kepada masyarakat,”tutupnya. (h/dft)