PENDIDIKAN

Hadir di UIN IB Padang, Gubernur Lemhannas RI Ingatkan Mahasiswa Jangan Terlena Kemudahan Teknologi Digital

×

Hadir di UIN IB Padang, Gubernur Lemhannas RI Ingatkan Mahasiswa Jangan Terlena Kemudahan Teknologi Digital

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mengingatkan mahasiswa agar tidak terlena dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi digital. Ketergantungan berlebihan terhadap teknologi dinilai berpotensi mengikis kemampuan berpikir kritis generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, saat memberikan kuliah umum dalam program Lemhannas Goes to Campus di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Kamis (3/9/2026).

Ace Hasan mengatakan, perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mahasiswa, teknologi menjadi sarana penting untuk mengakses informasi, pengetahuan, hingga berbagai sumber pembelajaran.

Namun, menurutnya, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan yang harus diantisipasi. Salah satunya adalah munculnya ketergantungan terhadap teknologi yang dapat membuat seseorang semakin jarang menggunakan kemampuan berpikir secara mandiri.

Baca Juga  Kasubag Tata Usaha Kankemenag Padang Monitor Asesmen MTsN 4 Padang

“Dengan kemajuan teknologi, terutama teknologi digital, hampir sebagian kita sekarang menjadi sangat tergantung terhadap teknologi digital tersebut. Kita memang sangat dimudahkan dengan kemajuan teknologi informasi,” kata Ace Hasan.

Ia menekankan, mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda tidak cukup hanya mampu mengakses informasi. Kemampuan memilah, menguji, menganalisis, dan mempertanyakan informasi menjadi hal penting di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan menggantikan kemampuan manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Baca Juga  Dana BOS Reguler Diawasi Aparatur Pemerintah

Karena itu, mahasiswa didorong tetap membangun tradisi membaca, berdiskusi, melakukan verifikasi terhadap informasi, serta menggunakan nalar kritis dalam menyikapi berbagai persoalan.

Ace Hasan mengingatkan, derasnya informasi di ruang digital juga membuat masyarakat semakin mudah terpapar informasi yang belum tentu benar. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan literasi digital yang kuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh.

Ia berharap mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang dapat memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak sekaligus tetap mempertahankan daya kritis sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

“Teknologi boleh semakin maju, tetapi kemampuan berpikir kritis manusia tidak boleh tertinggal,” tegasnya. (*)