EkBis

BNI Wilayah 02 Dorong Pengembangan Pasar Kayu Manis Kerinci

×

BNI Wilayah 02 Dorong Pengembangan Pasar Kayu Manis Kerinci

Sebarkan artikel ini
kunjungan kerja Regional CEO Wilayah 02 BNI, Welly Marendra ke PT Cassia Co-op di Desa Sembilan Kecamatan Tanah Kampung Kota Sungai Penuh, Selasa (18/8).

SUNGAI PENUH, HARIANHALUAN.id— PT Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah 02 mendorong pengembangan kayu manis sebagai salah satu komoditas unggulan Kerinci untuk menembus pasar yang lebih luas.

Komitmen itu ditunjukkan dengan kunjungan kerja Regional CEO Wilayah 02 BNI, Welly Marendra ke PT Cassia Co-op di Desa Sembilan Kecamatan Tanah Kampung Kota Sungai Penuh, Selasa (18/8).

Welly didampingi Branch Manager BNI Sungai Penuh Surya Rezeki, Business Banking Manager Arianda Saputra, serta Regional Finance Planning and Performance Management (RFPPM) W02 Hisbullah Alvenda.

Welly Marendra melihat langsung aktivitas dan potensi usaha PT Cassia Co-op di Desa Sembilan yang mengembangkan potensi komoditas unggulan Kerinci, khususnya kayu manis.

Dalam pengembangannya, perusahaan mengedepankan aspek kualitas, keberlanjutan, serta pemberdayaan petani lokal.

“Pengembangan komoditas kayu manis tersebut menjadi bagian dari potensi ekonomi daerah yang dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antara pelaku usaha dan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, ujarnya.

Baca Juga  BNI Wilayah 02 Bantu Korban Banjir Bandang di Sumbar

BNI menilai pengembangan usaha lokal memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Oleh karena itu, kehadiran BNI bersama PT Cassia Co-op diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi daerah agar semakin kuat dan berkelanjutan, ” ujar Welly.

Kolaborasi tersebut dikatakannya juga menjadi bagian dari komitmen BNI untuk terus hadir dan tumbuh bersama pelaku usaha lokal.

“Dukungan terhadap sektor usaha di daerah diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas dan memperluas jangkauan pasar,’ tambahnya.

Kayu manis menjadi salah satu komoditas yang memiliki identitas kuat dari wilayah Kerinci.

Dengan pengelolaan yang mengedepankan kualitas dan keberlanjutan, potensi komoditas tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah maupun petani lokal.

Baca Juga  Pegadaian Media Award 2024 Sukses Digelar, Kontribusi Nyata Insan Pers Meng-Emas-kan Indonesia

Selain aspek pengembangan komoditas, pemberdayaan petani juga menjadi bagian penting dalam ekosistem usaha yang dibangun PT Cassia Co-op.

Keterlibatan petani lokal menjadi salah satu fondasi untuk memastikan pengembangan komoditas berjalan secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan pelaku usaha seperti PT Cassia Co-op, BNI berupaya memperkuat ekosistem usaha lokal sekaligus mendorong agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang secara lebih optimal.

BNI berharap kolaborasi bersama PT Cassia Co-op dapat semakin memperkuat potensi komoditas unggulan Kerinci, khususnya kayu manis, sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Dengan dukungan terhadap kualitas produk, keberlanjutan, pemberdayaan petani, serta pengembangan akses pasar, potensi kayu manis Kerinci diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. (h/ita)