LUBUK SIKAPING, HARIANHALUAN.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman terus memperkuat implementasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 melalui kegiatan Sosialisasi dan Persiapan Penilaian Desa Cantik yang digelar di Ruang Rapat “Puncak Tonang” BPS Kabupaten Pasaman, Lubuk Sikaping, Selasa (4/8).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para Agen Statistik dari tiga nagari yang menjadi peserta penilaian tahun ini, yakni Nagari Durian Tinggi, Nagari Pauh, dan Nagari Panti Selatan.
Sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Pasaman, Nita Andriyani, yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam menghadapi penilaian Program Desa Cantik Tahun 2026.
Menurutnya, seluruh nagari peserta perlu memahami secara menyeluruh mekanisme penilaian agar mampu mempersiapkan seluruh indikator yang menjadi persyaratan dalam perlombaan.
Melalui kegiatan ini, BPS memberikan pembekalan mengenai Lembar Kerja Evaluasi (LKE), mulai dari aspek penilaian, indikator utama, hingga dokumen pendukung yang harus dipenuhi oleh masing-masing nagari.
Nita Andriyani menjelaskan, Program Desa Cantik merupakan program nasional BPS yang telah dilaksanakan sejak tahun 2022 sebagai upaya meningkatkan literasi statistik di tingkat desa atau nagari.
Program tersebut bertujuan membangun tata kelola data yang akurat, berkualitas, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan di tingkat nagari.
Ia mengatakan, keberadaan data statistik yang valid sangat penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan agar program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Nita juga memaparkan perjalanan Program Desa Cantik di Kabupaten Pasaman dari tahun ke tahun yang menunjukkan perkembangan cukup menggembirakan.
Pada pelaksanaan perdana tahun 2022, Nagari Alahan Mati dipercaya menjadi wakil Kabupaten Pasaman pada ajang Desa Cantik tingkat nasional.
Selanjutnya, pada tahun 2024, Nagari Jambak berhasil mencatatkan prestasi dengan menembus jajaran 25 besar Desa Cantik tingkat nasional.
Prestasi tersebut berlanjut pada tahun 2025 ketika Nagari Tanjung Beringin sukses meraih Juara II Desa Cantik tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Capaian itu, kata Nita, menjadi bukti bahwa nagari di Kabupaten Pasaman memiliki kemampuan untuk terus berkembang dalam membangun sistem pengelolaan data yang berkualitas.
Ia berharap keberhasilan nagari-nagari sebelumnya dapat menjadi motivasi bagi Nagari Durian Tinggi, Nagari Pauh, dan Nagari Panti Selatan untuk memberikan hasil terbaik pada penilaian tahun 2026.
Selain mengejar prestasi, Program Desa Cantik juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya sadar data di lingkungan pemerintahan nagari sehingga setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui sosialisasi ini, BPS Kabupaten Pasaman optimistis seluruh nagari peserta semakin siap menghadapi proses evaluasi sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola statistik desa yang berkualitas demi mendukung pembangunan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan. (*)












