KAMPUS

Cegah Stunting Lewat Ponsel, Dosen Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang Latih Kader Posyandu Manfaatkan WhatsApp

×

Cegah Stunting Lewat Ponsel, Dosen Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang Latih Kader Posyandu Manfaatkan WhatsApp

Sebarkan artikel ini

PADANG, HALUAN – Tim dosen Jurusan Kebidanan Padang, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Padang, menginisiasi digitalisasi layanan Posyandu sebagai upaya meningkatkan kunjungan ibu dan balita sekaligus memperkuat pencegahan stunting di Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Program yang dikemas dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Digitalisasi Layanan Posyandu: Upaya Inovatif Meningkatkan Kunjungan dan Cegah Stunting di Era Modern itu dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 16 Juli 2026 di Posyandu Cahaya Mata Ibu I dan 21 Juli 2026 di Posyandu Kurao Pagang Dalam.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Kori Kornelia, S.Tr.Keb., M.Keb, mengatakan program ini lahir dari kondisi rendahnya tingkat kunjungan ibu balita ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo, khususnya Kelurahan Kurao Pagang. Berdasarkan data yang dihimpun tim, rendahnya partisipasi masyarakat dipengaruhi masih digunakannya pencatatan manual, terbatasnya media informasi, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam penyebaran jadwal dan edukasi kesehatan.

“Posyandu adalah ujung tombak pemantauan tumbuh kembang balita dan deteksi dini stunting. Tapi kalau kunjungannya rendah, upaya pencegahan stunting jadi tidak optimal. Karena itu kami mendorong pemanfaatan teknologi sederhana yang sudah akrab di tangan masyarakat, yaitu WhatsApp,” ujar Kori.

Kegiatan ini digagas oleh Kori Kornelia bersama dua anggota tim, yakni Nurul Aziza Ath Thaariq, S.ST., M.Tr.Keb dan Rati Purnama Sari, S.ST., M.Tr.Keb, serta didukung tiga mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan Padang Poltekkes Kemenkes Padang.

Baca Juga  STAIDA Payakumbuh Kirim Lima Kafilah di MTQ Nasional ke-41

Dalam pelatihan tersebut, para kader Posyandu dibekali keterampilan memanfaatkan tiga fitur utama WhatsApp, yaitu WhatsApp Group, Saluran WhatsApp (WhatsApp Channel), dan reminder digital. Ketiganya dirancang untuk memperkuat komunikasi antara kader, petugas kesehatan, dan masyarakat.

WhatsApp Group dimanfaatkan sebagai media komunikasi dua arah antara kader dan ibu yang memiliki bayi maupun balita. Melalui grup ini, masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan, berkonsultasi mengenai tumbuh kembang anak, hingga mengonfirmasi kehadiran pada kegiatan Posyandu.

Sementara itu, Saluran WhatsApp diperkenalkan sebagai media penyiaran informasi resmi, seperti jadwal Posyandu, edukasi gizi, imunisasi, hingga perkembangan program kesehatan. Kanal ini dinilai lebih tertata karena bersifat satu arah sehingga informasi penting tidak mudah tertutup percakapan.

Selain itu, kader juga dilatih menyusun sistem reminder digital yang dikirim secara bertahap kepada para orang tua. Pesan pengingat disampaikan mulai tiga hari sebelum pelaksanaan Posyandu (H-3), sehari sebelum kegiatan (H-1), pada hari pelaksanaan, hingga sehari setelah kegiatan (H+1).

Anggota tim pelaksana, Nurul Aziza Ath Thaariq, menjelaskan bahwa tidak hanya kader yang mendapat pelatihan, tetapi para ibu yang memiliki bayi dan balita juga dilibatkan agar mampu memanfaatkan seluruh kanal digital tersebut secara aktif.

“Kami tidak hanya melatih kader sebagai pengelola, tapi juga mengajak ibu balita untuk aktif menggunakan grup ini. Dengan begitu, informasi kesehatan sampai lebih cepat dan orang tua tidak lagi lupa jadwal Posyandu,” katanya.

Baca Juga  Politeknik ATI Padang Cetak Lulusan Siap Kerja dengan Fokus pada Skill

Sementara itu, Rati Purnama Sari menambahkan, pengingat digital dibuat untuk mengurangi alasan masyarakat tidak hadir karena lupa jadwal.

“Banyak ibu yang sebenarnya ingin datang ke Posyandu, tapi lupa jadwalnya karena kesibukan sehari-hari. Dengan reminder yang dikirim bertahap, harapannya alasan lupa jadwal ini bisa diminimalkan,” ujarnya.

Menurut tim pelaksana, kombinasi tiga fitur tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi. WhatsApp Group menjadi ruang komunikasi yang interaktif, Saluran WhatsApp memastikan informasi resmi tersampaikan secara luas, sedangkan reminder digital diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menghadiri layanan kesehatan primer.

Dua Posyandu yang menjadi lokasi pelaksanaan dipilih sebagai pilot project penerapan digitalisasi layanan Posyandu. Selama satu bulan ke depan, tim pengabdian masyarakat akan melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi untuk mengukur efektivitas pemanfaatan teknologi tersebut terhadap peningkatan kunjungan Posyandu dan partisipasi masyarakat.

“Kami tidak berhenti pada tahap pelatihan. Dua Posyandu ini menjadi pilot project yang akan kami dampingi dan evaluasi selama satu bulan. Jika hasilnya menunjukkan peningkatan kunjungan dan efektivitas komunikasi dengan masyarakat, kami berharap model digitalisasi ini dapat diterapkan di seluruh Posyandu di Kelurahan Kurao Pagang, bahkan direplikasi di wilayah lain sebagai inovasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi,” tutup Kori. (h/yes)