HEADLINEPADANG

Diikuti 100 Peserta, MIJ Dante Bahas Psikologi Rumah Tangga dan Keluarga

×

Diikuti 100 Peserta, MIJ Dante Bahas Psikologi Rumah Tangga dan Keluarga

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Majelis Ilmu Jamilah Dangau Teduh (MIJ Dante) kembali menggelar diskusi dan berbagi ilmu dengan anggotanya, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini rutin digelar setiap bulan di Sekretariat MIJ Dante, Jalan Kemuning nomor 16, Dangau Teduh.

“Ini adalah tahun ke 21 MIJ Dante. Setiap bulan kami selalu menggelar diskusi dan berbagi ilmu tentang berbagai hal, agar anggota bisa menambah ilmu, serta menambah wawasan anggota. Bisa berupa ceramah agama, diskusi tentang kesehatan ataupun psikologi. Semuanya akan dipandu dan diberikan oleh para ahli di bidangnya. Sehingga semua peserta yang mengikuti kegiatan ini, bisa menambah ilmu mereka di sini,” kata Founder MIJ Dante, Hj Yuni S Johan, SPsi., Psikolog.

Pada diskusi Kamis (27/8/2026), MIJ Dante membahas tentang Psikologi Rumah Tangga dan Keluarga dengan nara sumber Yuni Susilawati. “Harusnya saat ini yang jadi nara sumber adalah Psikolog Kuswardani Susari Putri dari RS HB Saanin. Namun karena ada halangan, materi Bu Dani Insya Allah akan disajikan pada bulan September mendatang,” kata Yuni.

Baca Juga  May Day 2026: DEMA PTKIN Soroti Ketimpangan Buruh Tani, Desak Negara Hadirkan Upah Layak

Sesuai tema yang dingkat tentang psikologi rumah tangga dan keluarga, dalam paparannya, Yuni mengingatkan pada peserta yang hadir untuk menjaga rumah tangga  ‘balance’ seimbang dalam berbagai hal. Misalnya, jika suami orangnya agak keras, istri sebaiknya lembut. Kalau.keduanya sama2 keras, bakal sering terjadi pertengkaran. Tapi kalau dua duanya sama sama pendiam atau lunak, yang ditakutkan adalah jika suatu waktu hal itu jadi bom waktu yang bisa meledak.

Begitu pula dalam mendidik anak. Zaman ini, lanjut Yuni  orangtua harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. “Biarkan anak menggunakan gadget, tapi tetap harus dalam pengawasan orangtua. Jangan sampai anak-anak membuka situs situs yang akan menimbulkan efek negatif. Saat ini, EQ (kecerdasan emosional) lebih penting daripada (kecerdasan intelektual),” kata Yuni.

Baca Juga  Bunda Literasi Pasbar, Sifrowati Yulianto Buka Lomba Bertutur Tingkat TK dan PAUD

Yuni juga mengingatkan pentingnya konsultasi dengan psikolog, jika menemui masalah dalam tumbuh kembang anak hingga remaja dan dewasa.

Sekitar 100 peserta yang hadir dalam acara tersebut terlihat sangat antusias mengikuti paparan Yuni. Bahkan dalam sesi diskusi, hal seputar psikologi keluarga ini menjadi bahan yang tak habis habis dibahas peserta.

Menariknya, para peserta yang mengajukan pertanyaan saat itu, diapresiasi oleh Yuni dengan memberikan Voucher Lembaga Psikologi Progressive Reflection (LP2R) Indonesia senilai Rp300 ribu. Voucher ini bisa digunakan untuk diskon di LP2R.

“LP2R merupakan lembaga psikologi yang sudah memiliki lebih dari 500 klien dari berbagai perusahaan di Sumatera. Selain itu kami juga banyak dipercaya untuk konsultasi pribadi,” papar Yuni. (h/atv)