PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.ID — Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui pelatihan survey pemetaan untuk pengukuran jalan dan jembatan bagi guru SMK Negeri 2 Payakumbuh, Sabtu (1/8).
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Survey Pemetaan untuk Pengukuran Jalan dan Jembatan untuk Guru SMK 2 Payakumbuh” tersebut dilaksanakan di Laboratorium SMK Negeri 2 Payakumbuh dan diikuti guru yang berkaitan dengan bidang Teknik Konstruksi dan Properti.
Kegiatan dibuka Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMK Negeri 2 Payakumbuh. Program tersebut merupakan bagian dari kontribusi PNP dalam meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Ketua Tim Pengabdian, Era Alfansyuri, S.T., M.T., mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru, khususnya dalam pelaksanaan survey dan pemetaan untuk pengukuran jalan dan jembatan saat diwawancarai, Selasa (31/8).
“Perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi membutuhkan tenaga kerja konstruksi yang mampu menghasilkan data pengukuran lapangan secara akurat dengan dukungan teknologi survei modern,” ujar Era.
Menurutnya, penggunaan teknologi seperti Total Station dan Global Navigation Satellite System (GNSS), serta pengolahan data pemetaan digital, menjadi bagian penting dalam pekerjaan konstruksi saat ini.
Era menjelaskan, berdasarkan identifikasi awal, masih diperlukan penguatan kompetensi guru dalam penerapan teknologi survey pemetaan modern. Penguatan tersebut terutama terkait pengukuran trase jalan, elevasi jembatan, pengolahan data koordinat, hingga penyusunan peta hasil pengukuran menggunakan perangkat lunak pemetaan.
“Kondisi ini menjadi tantangan agar pembelajaran praktik di sekolah semakin selaras dengan standar pekerjaan survey pada proyek konstruksi,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar survey pemetaan, pengenalan dan penggunaan alat ukur, teknik pengambilan data koordinat dan elevasi, pengukuran penampang memanjang dan melintang jalan, serta pengukuran geometrik jembatan.
Peserta juga dibekali keterampilan mengolah data hasil pengukuran menjadi gambar situasi dan peta topografi. Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian teori, tetapi juga praktik langsung dengan pendekatan hands-on training.
Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui penyampaian materi, praktik, diskusi teknis, dan pendampingan pengolahan data hasil pengukuran. Dengan metode tersebut, peserta diharapkan memahami tahapan pekerjaan survey secara utuh, mulai dari persiapan alat hingga penyajian data dalam bentuk gambar dan peta.
Kegiatan ini juga menghasilkan bahan atau modul pelatihan pengukuran jalan dan jembatan serta meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan keterampilan berbasis standar industri ke dalam pembelajaran praktik di sekolah.
Era mengatakan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh guru diharapkan dapat diteruskan kepada siswa sebagai calon tenaga kerja di bidang konstruksi.
“Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri konstruksi,” katanya.
Tim pengabdian PNP terdiri dari Era Alfansyuri, S.T., M.T. sebagai ketua, dengan anggota Mukhlis, S.T., M.T., Enita Suardi, S.T., M.T., Lusyana, S.T., M.T., dan Wahyu Aktorina, S.T., M.T. Pelaksanaan kegiatan juga didukung mahasiswa Jurusan Teknik Sipil PNP.
Melalui kolaborasi tersebut, PNP dan SMK Negeri 2 Payakumbuh berupaya memperkuat transfer pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang survey pemetaan konstruksi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang vokasi. (*)






