PENDIDIKAN

Pengabdian Masyarakat di Payakumbuh, Dosen PNP Latih Guru SMK Susun RAB Jalan dan Jembatan

×

Pengabdian Masyarakat di Payakumbuh, Dosen PNP Latih Guru SMK Susun RAB Jalan dan Jembatan

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.ID —Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui pelatihan Rencana Anggaran Biaya (RAB) jalan dan jembatan bagi guru SMK Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Agustus lalu tersebut berlangsung di Ruang Laboratorium SMK Negeri 2 Payakumbuh.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Mukhlis, S.T., M.T., mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SMK Program Keahlian DPIB dalam menyusun RAB pekerjaan jalan dan jembatan.

Menurutnya, kemampuan memahami perencanaan biaya konstruksi, termasuk penyusunan RAB, merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikuasai dalam pendidikan kejuruan bidang konstruksi.

“RAB merupakan dokumen penting dalam proyek konstruksi karena menjadi dasar dalam perencanaan, pengendalian biaya, serta pengambilan keputusan selama pelaksanaan proyek,” ujar Mukhlis saat diwawancarai Haluan, Minggu (30/8).

Ia menjelaskan, pemahaman dan keterampilan sebagian guru SMK dalam menyusun RAB, khususnya untuk pekerjaan jalan dan jembatan, masih perlu ditingkatkan. Hal ini lantaran, pekerjaan jalan dan jembatan memiliki karakteristik teknis yang berbeda dengan pekerjaan konstruksi bangunan gedung.

Selain itu, perkembangan standar perhitungan biaya konstruksi, termasuk analisis harga satuan pekerjaan dan penerapan standar nasional di bidang konstruksi, menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensinya.

“Pelatihan penyusunan RAB jalan dan jembatan menjadi penting sebagai sarana peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus menjaga agar materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Baca Juga  Optimalisasi Pengabdian kepada Masyarakat, Dharmasraya Bersatu Bakti Negeri Bakal Digelar

Mukhlis menyebutkan, salah satu permasalahan yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah keterbatasan pemahaman guru dalam melakukan perhitungan volume pekerjaan serta menyusun RAB jalan dan jembatan secara sistematis sesuai standar yang berlaku.

Kondisi tersebut berpotensi membuat materi pembelajaran terkait perencanaan biaya konstruksi belum sepenuhnya mencerminkan praktik yang diterapkan di industri konstruksi.

Untuk itu, tim pengabdian memberikan pelatihan yang mencakup pemahaman konsep dasar RAB, analisis harga satuan pekerjaan, perhitungan volume pekerjaan, serta latihan penyusunan RAB berdasarkan studi kasus proyek jalan dan jembatan.

“Peserta tidak hanya diberikan materi, tetapi juga diarahkan untuk memahami dan mempraktikkan secara langsung tahapan penyusunan RAB,” jelas Mukhlis.

Ia menambahkan, metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan identifikasi kebutuhan pelatihan serta penyusunan materi.

Sementara pada tahap pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar RAB, analisis harga satuan pekerjaan, serta teknik perhitungan volume pekerjaan jalan dan jembatan.

Peserta kemudian diberikan studi kasus dan latihan praktik penyusunan RAB. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi perhitungan, dan praktik langsung.

Baca Juga  King Expert Science Competition (KESC) 2025: Mencetak Generasi Muda Berprestasi

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjembatani pemahaman teori dengan kebutuhan pekerjaan konstruksi di lapangan.

Pada tahap evaluasi, pemahaman peserta dinilai melalui diskusi dan hasil latihan yang telah dikerjakan. Evaluasi dilakukan untuk melihat kemampuan peserta dalam menerapkan konsep RAB, menghitung volume pekerjaan, menentukan analisis harga satuan, serta menyusun biaya pekerjaan secara sistematis.

Mukhlis berharap, setelah mengikuti pelatihan, para guru mampu menyusun RAB jalan dan jembatan secara lebih sistematis dan sesuai dengan standar yang berlaku di bidang konstruksi.

Kompetensi tersebut selanjutnya diharapkan dapat ditransfer kepada siswa melalui pembelajaran berbasis praktik dan studi kasus, sehingga lulusan SMK semakin siap menghadapi tuntutan dunia usaha dan dunia industri.

Kegiatan PkM tersebut dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Mukhlis, S.T., M.T. selaku ketua, serta anggota Indra Agus, S.T., M.T., Rahmi Hidayati, S.T., M.Eng.Sc., Yan Partawijaya, S.T., M.T., dan Wahyu Aktorina, S.T., M.T. Pelaksanaan kegiatan juga dibantu mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi Politeknik Negeri Padang dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri konstruksi.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan SMK diharapkan terus berkembang melalui berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru serta penguatan pembelajaran berbasis teknologi dan standar industri.  (*)