PADANG, HARIANHALUAN.ID —Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) Sumatera Barat (Sumbar) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Dari enam rumah sakit yang berada di bawah naungannya, seluruhnya telah meraih akreditasi paripurna, sementara RSI Ibnu Sina Bukittinggi menjadi satu-satunya rumah sakit di Sumbar yang telah mengantongi akreditasi syariah.
Ketua Umum Pengurus Yarsi Sumbar, dr. Erman Ramli, Sp.OG(K), FISQua, mengatakan pencapaian tersebut menjadi modal sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan seluruh rumah sakit yang ada di lingkungan Yarsi.
“Enam rumah sakit kita semuanya sudah terakreditasi paripurna. Mengacu pada standar yang ditetapkan pemerintah, artinya kita telah mampu memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat. Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan yang telah ada tersebut,” ujar dr. Erman saat menerima kunjungan silaturahmi Tim Manajemen Harian Haluan di kantornya, Senin (31/1). Dalam pertemuan tersebut, dr. Erman didampingi Sekretaris Yarsi Sumbar, Jimmi Syah Putra Ginting.
Menurut dr. Erman, pelayanan yang diberikan seluruh rumah sakit di bawah naungan Yarsi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar pelayanan kesehatan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai Islam.
Sejalan dengan itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga dokter, terus dilakukan. Kompetensi para dokter di enam RSI Ibnu Sina terus diperbarui mengikuti perkembangan ilmu kedokteran, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Enam rumah sakit yang berada di bawah naungan Yarsi Sumbar tersebut yakni, RSI Ibnu Sina Padang, RSI Ibnu Sina Bukittinggi, RSI Ibnu Sina Padang Panjang, RSI Ibnu Sina Payakumbuh, RSI Ibnu Sina Simpang Empat di Pasaman Barat, serta RSI Ibnu Sina Panti yang berada di Kabupaten Pasaman.
“Inilah sejumlah rumah sakit yang ada di bawah naungan kita. Dengan berbagai fasilitas dan layanan yang telah disediakan, masyarakat yang ingin berobat bisa mendatangi RSI Ibnu Sina,” katanya.
Dijelaskannya, keberadaan rumah sakit Islam tersebut memiliki sejarah panjang. Rumah sakit Yarsi didirikan oleh Mohammad Natsir dan sejak awal diperuntukkan bagi umat.
Kantongi Akreditasi Syariah
Komitmen Yarsi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis Islam juga diwujudkan melalui akreditasi syariah. Saat ini, RSI Ibnu Sina Bukittinggi menjadi satu-satunya rumah sakit di Sumbar yang telah mendapatkan akreditasi syariah.
Akreditasi tersebut dikeluarkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), dan dalam tahapan akreditasi dilakukan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia.
Dr. Erman menjelaskan, akreditasi syariah tidak hanya berkaitan dengan pola pelayanan kesehatan. Berbagai aspek di rumah sakit, termasuk akad pasien dan penggunaan obat-obatan, juga harus mengacu pada prinsip syariah.
“Di RSI Ibnu Sina Bukittinggi, karena kita sudah terakreditasi syariah, akad pasien dalam berobat menggunakan prinsip syariah. Layanan dan obat-obatan yang dipakai juga mengacu pada aturan syariah,” jelasnya.
Untuk memastikan penerapan prinsip tersebut berjalan sebagaimana mestinya, RSI Ibnu Sina Bukittinggi juga memiliki dewan pengawas syariah.
Yarsi Sumbar, lanjutnya, tidak berhenti pada RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Lima RSI Ibnu Sina lainnya yang berada di berbagai kabupaten/kota di Sumbar juga tengah dipersiapkan untuk mengikuti proses akreditasi syariah.
“Untuk menuju rumah sakit syariah, syarat yang harus kita penuhi cukup banyak. Namun demikian, kita tengah dalam proses mendorong semua direktur rumah sakit kita untuk menuju ke sana,” ujarnya.
Ia menargetkan RSI Ibnu Sina Simpang Empat dapat menyandang status rumah sakit syariah pada akhir tahun atau selambat-lambatnya awal tahun berikutnya.
“Insya Allah, akhir tahun ini atau selambatnya awal tahun, RSI Ibnu Sina Simpang Empat juga sudah syariah. Seluruh direktur berkomitmen, selambatnya dalam lima tahun ke depan, semua rumah sakit kita sudah syariah,” tukasnya.
Dakwah Bil Hal untuk Kemaslahatan Umat
Dr. Erman menegaskan, Yarsi sejak awal didirikan bertujuan untuk kemaslahatan umat. Karena itu, dalam menjalankan aktivitasnya, yayasan memegang prinsip dakwah bil hal, yakni menyampaikan nilai-nilai Islam melalui perbuatan nyata, tindakan konkret, dan amal sosial di tengah masyarakat.
Dalam hal ini, aktivitas Yarsi Sumbar pun tidak hanya terkonsentrasi pada sektor pelayanan kesehatan. Yayasan juga memiliki sejumlah lembaga dan bidang usaha yang mendukung kegiatan organisasi dan rumah sakit.
Di bidang pendidikan, Yarsi Sumbar memiliki Universitas Mohammad Natsir. Selain itu, terdapat lembaga pengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang menghimpun dana masyarakat untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Sementara untuk mendukung kebutuhan finansial dan pengadaan di rumah sakit, Yarsi Sumbar memiliki PT Masyithah.
“Itulah kegiatan-kegiatan yang kita lakukan. Karena ini merupakan yayasan umat, semua yang kita lakukan tujuannya adalah untuk dakwah dan kembali untuk umat,” tukasnya.
Sementara itu, Sekretaris Yarsi Sumbar, Jimmi Syah Putra Ginting, menambahkan, upaya memperluas akses pelayanan kesehatan terus dilakukan oleh Yarsi. Selain membawahi enam Rumah Sakit Islam Ibnu Sina yang telah berdiri, saat ini tengah disusun studi kelayakan pendirian rumah sakit di Kabupaten Dharmasraya. Penyusunan studi kelayakan tersebut dilakukan oleh tim dari PSKAN Universitas Andalas (UNAND)
“Langkah ini kita jalankan sebagai bagian dari komitmen Yarsi untuk terus memperluas akses dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kita berharap dukungan dari pemerintah daerah setempat dan juga masyarakat untuk ini,” ucapnya.
Silaturahmi Tim Manajemen Harian Haluan dengan jajaran pengurus Yarsi Sumbar dihadiri oleh Pimpinan Perusahaan Harian Haluan, Silvia Oktarice, Wakil Pemimpin Redaksi, Isra Hermanto, Kabag Pemasaran, Andri Yusran, dan Redaktur Haluan, Leni Marlina.
Pimpinan Perusahaan Harian Haluan, Silvia Oktarice, mengapresiasi komitmen Yarsi Sumbar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, langkah Yarsi dalam mengembangkan rumah sakit berbasis nilai-nilai Islam sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas secara medis, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman dari sisi nilai dan prinsip keagamaan.
“Haluan melihat Yarsi Sumbar sebagai salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Kami tentu sangat mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan, baik dalam meningkatkan kualitas rumah sakit maupun memperluas akses pelayanan kesehatan,” ujar Silvia.
Ia berharap sinergi antara Yarsi Sumbar dan Harian Haluan dapat terus terjalin, terutama dalam menyampaikan berbagai program Yarsi kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Haluan, Isra Hermanto, mengatakan media memiliki peran penting dalam menginformasikan berbagai perkembangan dan kontribusi lembaga pelayanan publik kepada masyarakat.
“Kami melihat banyak hal positif yang dilakukan Yarsi Sumbar, mulai dari peningkatan mutu rumah sakit, pengembangan layanan berbasis syariah, hingga rencana memperluas akses kesehatan ke Dharmasraya. Ini merupakan informasi yang penting untuk diketahui masyarakat,” katanya.
Isra berharap komunikasi dan kerja sama antara Haluan dan Yarsi Sumbar dapat semakin erat, sehingga berbagai program pelayanan dan kegiatan sosial yang dilakukan Yarsi dapat tersampaikan secara lebih luas kepada masyarakat Sumatera Barat.
“Pada prinsipnya, Haluan siap menjadi bagian dari upaya menyebarluaskan informasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berkembang ke depan,” tukasnya. (*)








