Namun, di balik proyeksi investasi triliunan rupiah dan puluhan ribu ton produksi udang, tantangan terbesar tetap berada pada bagaimana menjaga keseimbangan antara investasi, lingkungan dan kepentingan masyarakat adat serta pesisir.
Sebab, jika konsep ekonomi biru benar-benar menjadi pijakan, maka keberhasilan ISF Mentawai tidak hanya diukur dari berapa ton udang yang dihasilkan atau berapa triliun investasi yang masuk.
Lebih jauh, keberhasilannya akan ditentukan oleh seberapa besar kekayaan laut Mentawai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat tanpa menghilangkan sumber daya yang menjadi sandaran hidup generasi berikutnya. (*)












