PASAMAN, HARIANHALUAN.ID — Upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis nagari kembali menunjukkan hasil positif. Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Sapayuang bersama masyarakat Nagari Aia Manggih sukses melaksanakan panen jagung manis di Kampung Bukik, Jorong Rumah Nan XXX, Kamis (2/4/2026).
Panen tersebut merupakan bagian dari program pengembangan pertanian dengan sistem tumpang sari yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Selain memberikan hasil secara ekonomi, program ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat dalam mengelola potensi lokal.
Kegiatan panen berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Wali Nagari Aia Manggih, Abdi Yusran, Direktur BUMNag Sapayuang, Febriani Susanti, bersama perangkat nagari dan pengurus BUMNag turun langsung ke lahan pertanian untuk memetik hasil jagung manis yang telah siap panen.
Di bawah terik matahari, para peserta tampak antusias memanen jagung. Interaksi hangat dan canda tawa di tengah kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama keberhasilan program ini.
Wali Nagari Aia Manggih, Abdi Yusran, menyampaikan bahwa pengembangan jagung manis ini merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi sektor pertanian di nagari. Menurutnya, pemanfaatan lahan secara maksimal menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat nagari,” ujarnya.
Ia menambahkan, inisiatif tersebut juga selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional melalui program Astacita yang diusung Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong ekonomi berbasis masyarakat.
Sementara itu, Direktur BUMNag Sapayuang, Febriani Susanti, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ekonomi nagari. BUMNag, kata dia, akan terus menghadirkan program-program produktif yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan panen jagung manis ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan potensi lokal yang dilakukan secara bersama-sama mampu memberikan hasil yang optimal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya petani di Nagari Aia Manggih,” ungkapnya.
Ke depan, BUMNag Sapayuang berencana memperluas pengembangan tanaman produktif lainnya dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Panen jagung manis di Kampung Bukik ini pun menjadi simbol keberhasilan sinergi antara pemerintah nagari, BUMNag, dan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal yang tangguh dan berkelanjutan. (*)












