“Ini bukan sekadar wacana, tetapi merupakan visi besar Sumbar. Dengan penguatan pariwisata, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi pengangguran, termasuk pengangguran terdidik,” katanya.
Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat. “Ini mimpi besar yang hanya bisa terwujud jika kita bergerak bersama,” tuturnya.
Kunjungan Menpar Widiyanti ini menjadi yang pertama selama dirinya menjabat. Dalam kunkernya ke Sumbar, Widiyanti mengunjungi berbagai lokasi wisata bersejarah seperti Panorama Ngarai Sianok di Bukittinggi hingga Lubang Jepang, terowongan bersejarah yang dibangun pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1942.
Menpar juga mengunjungi Desa Wisata Koto Gadang, yang dikenal dengan udara sejuk, arsitektur kolonial yang masih terjaga, serta kekayaan budaya berupa kerajinan perak dan sulaman dan juga Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, replika istana Kerajaan Pagaruyung yang menjadi simbol kejayaan budaya Minangkabau. (*)












