Yolla berharap keikutsertaannya di Hanoi dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
“Jangan pernah malu dengan jati diri kita. Pencak Silat Minangkabau bukan sekadar bela diri, tetapi warisan budaya yang mengajarkan nilai penghormatan, kebersamaan, dan kebijaksanaan. Kalau kita sendiri tidak bangga, siapa lagi yang akan membawa silat Minang ke panggung dunia.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar PPS Sakato Semen Padang yang telah membentuk karakter dan kemampuannya sebagai atlet.
“Di PPS Sakato Semen Padang saya belajar bahwa prestasi lahir dari disiplin, kebersamaan, dan kerja keras. Saya berharap dapat membawa pulang kebanggaan untuk Indonesia, Sumatera Barat, PT Semen Padang, dan seluruh keluarga besar PPS Sakato Semen Padang. (*)












