PADANG, HARIANHALUAN.ID—SMP Semen Padang kembali membuktikan kualitas pendidikan dengan meraih prestasi gemilang pada pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Sekolah (ASAS) Tahun 2026. Dalam asesmen yang berlangsung pada 18–22 Mei 2026 tersebut, SMP Semen Padang berhasil menempati peringkat ke-10 dari 101 SMP negeri dan swasta di Kota Padang berdasarkan capaian nilai sekolah terbaik.
Pencapaian sekolah binaan CSR PT Semen Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga sekolah, karena diraih di tengah persaingan yang ketat dengan berbagai sekolah unggulan di Kota Padang.
“Alhamdulillah, kami bangga bisa masuk 10 besar ASAS. Hasil ini sekaligus menegaskan konsistensi SMP Semen Padang dalam menjaga mutu pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran dari tahun ke tahun,” kata Kepala SMP Semen Padang, April Chan, Rabu (3/6).
Selain masuk 10 besar ASAS, April Chan melanjutkan, hasil ASAS 2026 juga menempatkan empat mata pelajaran di SMP Semen Padang pada posisi unggul, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, SMP Semen Padang menempati peringkat ke-3 di antara seluruh SMP negeri dan swasta peserta asesmen di Kota Padang. Kemudian, untuk mata pelajaran Matematika berada pada peringkat ke-4, IPA peringkat ke-6, dan PAI peringkat ke-9,” bebernya.
Keberhasilan sekolah, sebut April Chan, juga semakin lengkap dengan prestasi sejumlah siswa yang berhasil meraih nilai sempurna pada mata pelajaran yang diujikan di ASAS. Pada mata pelajaran Bahasa Inggris, kata dia, dua siswa SMP Semen Padang, yakni Devin Mirza Arkana dan Muhammad Irsyadinnas Al Faruq, berhasil memperoleh nilai 100.
Sementara itu, pada mata pelajaran Matematika, siswa atas nama Muhammad Lutfi Faith Syawal juga sukses meraih nilai sempurna 100. Capaian ketiga siswa ini menunjukkan kemampuan akademik siswa yang sangat baik, sekaligus menjadi bukti keberhasilan proses pembelajaran yang diterapkan di sekolah.
“Nilai sempurna yang diraih ketiga siswa ini tidak hanya mencerminkan kecerdasan dan ketekunan mereka dalam belajar, tetapi juga hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh para guru,” ujarnya.












