HEADLINE

Tol Sicincin–Bukittinggi Prioritas, Flyover Sitinjau Lauik Dikebut

×

Tol Sicincin–Bukittinggi Prioritas, Flyover Sitinjau Lauik Dikebut

Sebarkan artikel ini
Jalan Tol Padang – Sicincin mencatatkan trafik tertinggi di antara ruas tol fungsional lainnya selama periode mudik Lebaran 2025 dengan 105.691 kendaraan melintas. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID Pemerintah pusat memastikan rencana pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi serta proyek pembangunan Flyover (Jalan Layang) Sitinjau Lauik yang saat ini tengah berlangsung masuk dalam daftar prioritas. Hal ini tak terlepas dari keberadaan dua infrastruktur strategis yang dinilai amat krusial itu.

Hal itu terungkap usai kunjungan kerja Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Abdul Malik Sadat Idris bersama sejumlah kementerian/lembaga dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) pada Kamis (4/6) lalu.

Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi strategis pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur di Sumbar berjalan terarah, terintegrasi, dan selaras dengan agenda konektivitas nasional. Kegiatan tersebut difokuskan pada peninjauan jalur strategis Lembah Anai serta rencana lanjutan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin.

Dua agenda ini menjadi perhatian penting karena memiliki peran strategis dalam memperkuat aksesibilitas antarkawasan, meningkatkan ketahanan jaringan transportasi, serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumbar.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris menyampaikan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melihat langsung kebutuhan, tantangan, serta arah penguatan pembangunan infrastruktur di Sumbar, khususnya pada sektor konektivitas transportasi.

“Melalui kunjungan kerja ini, kami ingin melihat secara langsung kondisi, kebutuhan, serta tantangan pembangunan infrastruktur di lapangan, khususnya terkait penanganan jalur strategis Lembah Anai dan rencana lanjutan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin. Pembangunan ini kami pandang penting sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memastikan keberlanjutan manfaat jalan tol yang telah beroperasi,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Haluan, Senin (8/6).

Ke depan, ujarnya menambahkan, apabila jalur Bukittinggi–Sicincin ini dapat terhubung dengan ruas Sicincin–Padang, jaringan tol di Sumbar akan berfungsi lebih utuh dan terintegrasi, baik dalam mempercepat arus logistik, meningkatkan efisiensi pergerakan orang dan barang, maupun menjadi akses alternatif yang lebih andal pada wilayah rawan bencana seperti Lembah Anai.

Menurutnya, masukan dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan badan usaha pelaksana menjadi penting agar perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan dapat disusun secara lebih terpadu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebutuhan teknis di lapangan dengan arah perencanaan pembangunan infrastruktur nasional.

Baca Juga  Aktivitas Gunung Anak Krakatau Berlanjut, Empat Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik

“Bagi Hutama Karya, dukungan dan koordinasi lintas pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan konektivitas di sumbar dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami siap mendukung agenda tersebut melalui pelaksanaan proyek yang andal, adaptif, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang,” ujar Iwan.

Dalam agenda peninjauan, Hutama Karya memaparkan perkembangan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Padang–Sicincin yang sebelumnya telah beroperasi sepanjang 36 km, serta rencana lanjutan pengembangan konektivitasnya menuju Bukittinggi. Kehadiran ruas ini menjadi salah satu pengungkit mobilitas baru di Sumbar, terutama dalam mempercepat waktu tempuh, memperluas akses menuju pusat-pusat ekonomi dan destinasi wisata, serta mendukung pergerakan barang dan jasa.

Selain itu, rombongan turut meninjau kawasan Lembah Anai untuk melihat progres penanganan infrastruktur pada salah satu jalur vital yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah tengah hingga utara Sumbar. Penanganan jalur ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan konektivitas masyarakat, kelancaran logistik, serta keselamatan pengguna jalan.

Konektivitas Jalan Tol Padang–Sicincin dan jalur Lembah Anai juga menunjukkan pentingnya keterhubungan antarinfrastruktur strategis dalam membentuk jaringan transportasi yang utuh. Sejak dibukanya kembali akses Lembah Anai, trafik Tol Padang–Sicincin mencatat peningkatan signifikan.

Pada periode libur panjang akhir pekan lalu, ruas ini bahkan menjadi ruas dengan pertumbuhan trafik tertinggi di lingkungan Hutama Karya, yakni lebih dari 80 persen dibandingkan trafik normal. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran akses penghubung yang andal mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan jalan tol.

Ke depan, manfaat tersebut diyakini akan semakin besar apabila konektivitas jalan tol dilanjutkan hingga jalur Sicincin–Bukittinggi sepanjang 41,10 km, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Padang–Pekanbaru dan memiliki urgensi tinggi sebagai jalur strategis penghubung Sumbar dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Riau.

“Berdasarkan kajian perencanaan, ruas Sicincin–Bukittinggi juga berpotensi memberikan penghematan waktu tempuh hingga 55,91 persen serta penghematan jarak perjalanan sebesar 8,88 persen, sehingga tidak hanya meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan kunjungan wisata, serta pergerakan logistik yang lebih kompetitif bagi Sumbar,” tuturnya.

Baca Juga  Warga Timbo Abu Kajai Dapat Bantuan Ambulans dan Uang Tunai

Flyover Panorama I Sitinjau Lauik

Pada hari berikutnya, Jumat (5/6), rombongan Kementerian PPN/Bappenas melanjutkan kunjungan kerja dengan meninjau pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik) yang dilaksanakan oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).

Proyek ini merupakan salah satu infrastruktur prioritas yang diharapkan dapat meningkatkan keselamatan transportasi pada jalur Padang–Solok yang selama ini dikenal memiliki kondisi geometrik jalan yang menantang serta tingkat risiko kecelakaan yang tinggi, sekaligus memperkuat konektivitas dan kelancaran arus logistik di Sumbar.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris menyampaikan, Flyover Panorama I memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Flyover Panorama I memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada jalur Padang–Solok sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana serta memperoleh dukungan yang diperlukan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Abdul Malik.

Dalam agenda peninjauan tersebut, HPSL memaparkan perkembangan pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik), di mana hingga 25 Mei 2026 telah mencapai progres fisik sebesar 18,755 persen. Sementara itu, proses pengadaan lahan untuk proyek ini telah tuntas 100 persen, sehingga menjadi fondasi penting bagi percepatan pelaksanaan konstruksi pada tahap berikutnya.

Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik, Michael Arthur Paulus Rumenser mengatakan, Flyover Panorama I merupakan langkah awal dalam mewujudkan jalur transportasi yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan di kawasan Sitinjau Lauik.

Kehadiran proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan dan efisiensi perjalanan, tetapi juga menjadi pengungkit bagi pengembangan jalur Sitinjau Lauik secara bertahap dan terintegrasi, termasuk mendukung rencana pembangunan Flyover Panorama II pada masa mendatang guna memperkuat mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi di Sumbar.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan infrastruktur yang aman, andal, dan berkelanjutan di Sumbar. Dengan dukungan seluruh pihak, Flyover Panorama I diharapkan dapat segera hadir sebagai solusi bagi masyarakat, tidak hanya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan di kawasan Sitinjau Lauik, tetapi juga dalam membuka akses yang lebih baik bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah di masa mendatang,” ujar Michael. (h/rel/dan)