Oleh : Dr. Gamawan Fauzi
Menteri Dalam Negeri 2009-2014, Gubernur Sumbar 2005-2009, Bupati Solok 1995-2005
Baru baru ini beredar berita bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Surakarta/Solo menyebar baliho dan pamflet ucapan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo.
Ketua DPC Partai Gerindra Surakarta Ardianto merasa kecewa karena sebelumnya Presiden RI ke-8 juga berulang tahun, tapi tak ada ucapan seperti itu oleh Walikota Surakarta, padahal Wali Kota Respati Ardi adalah kader Gerindra.
Alasan Sang Wali Kota Respati Ardi mengucapkan selamat Ulang Tahun itu adalah karena Joko Widodo adalah mantan Wali Kota Surakarta yang sukses memajukan pembangunan dan melakukan perubahan di daerah itu saat dia menjabat wali kota.
Terus terang, selama sekitar 40 tahun saya berada di dalam dunia pemerintahan hingga pensiun, baru kali ini ada kejadian seperti ini.
Pertanyaannya adalah, apa perlu ucapan Selamat Ulang Tahun semacam ini dibuatkan pamflet yang dipajang dimana-mana?
Presiden Soeharto yang berkuasa 32 tahun tak sampai seperti itu. Tak ada ucapan selamat Ulang Tahun beliau yang disampaikan lewat spanduk, baliho atau semacamnya. Begitu juga walikota, bupati, gubernur yang sukses saat memimpin daerahnya, tak adà ucapan semacam itu.
Joko Widodo memang luar biasa. Di tengah hujatan yang tak pernah reda kepada beliau hingga sekarang, puja-puji juga tak surut. Ibarat menimbang pahala dan dosa, pahala dan dosa berjalan berbarengan, entah mana yang lebih banyak, belum ada angka statistik yang dapat jadi acuan.
Tapi, itu salah satu sisi. Di sisi lain muncul pertanyaan, darimana sumber anggarannya? Saya berani memastikan, bahwa mata anggaran itu tidak akan ada dalan APBD Kota Surakarta. Nah kalau Pemda Surakarta mengeluarkan dana untuk itu, tentu patut dipertanyakan publik. Pada saat negara menuju terwujudnya good government and clean governance, masih sering luput di mata kita.
Suatu ketika, saya duduk berdua dengan almarhum Pak Antasari, mantan Ketua KPK di ruang kerja saya (saat saya menjabat Gubernur dan beliau menjabat Kajati). Kami menunggu pisah sambut salah seorang anggota Forkopimda.
Karangan bunga berjejer di sepanjang jalan, ada dari swasta dan ada dari institusi pemerintahan. Lalu saya berseloroh kepada Pak Antasari, bila besok pagi bapak panggil semua pejabat yang mengirim karangan bunga itu atau kalau ada kenang-kenangan berupa emas, dll, pasti Bapak tidak akan menemukan anggaran dalam APBD instansi OPD yang bersangkutan. Lalu dari mana mereka mendapatkan uangnya? Atau bolehkan itu disebut gratifikasi? Pak Antasari hanya diam dan manggut-manggut. Lalu saya lanjutkan, itulah jurus berpandai-pandai pejabat Republik ini, karena budaya ketimuran tak sampai hati melepas orang pergi tanpa memberi kenangan. Tapi sistem pemberantasan korupsi tak mengenal hal semacam itu.
Coba dikalikan. Kalau ucapan-ucapan semacam itu atau undangan-undangan karena jabatan berlangsung hingga 10 kali dalam sebulan, dan 120 kali dalam satu tahun dikalikan satu kali 500 ribu rupiah, berarti ada 60 juta rupiah dalam satu tahun yang harus dikeluarkan untuk itu saja. Lalu dari mana sumbernya? Amat berat bila itu dikeluarkan dari gaji sang pimpinan OPD.
Dunia pemerintahan kita amat sering berbicara di langit tinggi, tapi tidak menapak di bumi. Kita pura- pura tidak tahu berapa uang yang dikeluarkan calon kepala daerah saat Pilkada berlangsung, bahkan ikut pula menikmati uang kampanye, tapi kita ramai-ramai menghujat saat kepala daerah terjerat korupsi.
Kita mengkritisi DPRD yang sering membuat kegiatan untuk mendapatkan uang, tapi kita pura-pura tak tahu saat mereka berkampanye menabur fulus hingga “serangan fajar”.
Kita ini masih menjadi bangsa setengah-setengah. Setengah demokrasi, setengah bersih, setengah adil dan setengah sungguh-sungguh dalam menyelesaikan banyak hal.
Dan itu tetap dipelihara hingga kini, karena kita belum sepenuhnya berani mangatakan bahwa yang salah itu salah dan yang benar itu tetap benar. Apalagi ada politik praktis yang fleksibel, yang tak berumus dan berada di simpang delapan. Kemanapun OK. (*)






