Para mahasiswa turut berperan dalam pelatihan teknis digitalisasi, dokumentasi kegiatan, hingga asistensi bagi pelaku UMKM dan Pokdarwis.
Program ini juga menjadi implementasi nyata visi Universitas Negeri Padang sebagai Kampus Berdampak, yang menghadirkan solusi konkret terhadap tantangan pembangunan desa melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Selain mendukung pengembangan ekonomi lokal, kegiatan tersebut turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.
Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal, menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi komitmen Universitas Negeri Padang yang terus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.
“Silungkang Oso telah dikaruniai kekayaan alam yang luar biasa. Namun potensi besar ini belum terkelola secara optimal dan belum menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui semangat pariwisata yang dikelola bersama masyarakat, kami ingin memastikan kemajuan desa ini dirancang, dijalankan, dan dinikmati sepenuhnya oleh warga sendiri,” katanya.
Antusiasme perangkat desa, pelaku UMKM, Pokdarwis, pemuda, dan tokoh masyarakat yang mengikuti kegiatan menjadi indikator besarnya harapan terhadap keberlanjutan program tersebut.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan pelaku usaha, Universitas Negeri Padang berharap Desa Silungkang Oso semakin kokoh sebagai desa wisata unggulan nasional, sekaligus menjadi model pengembangan pariwisata berbasis Community Based Tourism yang inklusif, inovatif dan berkelanjutan. (*)












