Lebih dari itu, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Tanpa itu, Sumatera Barat akan terus berada dalam lingkaran stagnasi investasi.
Pertanyaannya sederhana: apakah kita ingin menjadi daerah yang hanya kaya potensi, atau daerah yang benar-benar mampu mengelola potensi itu menjadi kesejahteraan?
“Jawabannya tergantung pada kemauan untuk berbenah. Sekarang, bukan lagi saatnya berbicara tentang peluang. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata untuk menciptakan iklim investasi yang pasti, adil, dan kompetitif,” kata Musliar Kasim.
Bila kendala-kendala investasi di Sumbar membaik, menurut Dasril Noeha, dia dan sejumlah mitra dan koleganya akan memastikan sejumlah investasi akan masuk ke daerah ini.
“Insya Allah, kami punya komitmen untuk bersama-sama membangun daerah kita,” ujarnya. (h/ze)












