PADANG PANJANG, HALUAN – Dalam rangka pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang melaksanakan kegiatan pendampingan Sertifikasi Halal dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bagi pelaku usaha susu dan produk olahannya di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh Dr. Gusnedi, STP., MPH., Nur Ahmad Habibi, S.Gz., M.P., dan Edmon, SKM., M.Kes., serta melibatkan enam mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam mendampingi pelaku usaha pangan di masyarakat.
Pendampingan difokuskan pada peningkatan pemahaman dan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan sertifikasi halal, terutama terkait bahan baku, dokumen pendukung bahan, proses produksi, serta penerapan Sistem Jaminan Produk Halal. Selain itu, tim memberikan pendampingan penerapan CPPOB yang mencakup higiene dan sanitasi, fasilitas produksi, peralatan, pengendalian bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, serta dokumentasi produksi.
Pendampingan terhadap usaha susu dan produk olahannya menjadi penting karena produk berbasis susu memerlukan pengendalian proses produksi dan penyimpanan yang baik untuk mempertahankan keamanan dan mutu produk. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha didorong untuk menerapkan proses produksi yang lebih higienis, terstandar, dan sesuai dengan ketentuan keamanan pangan.
Nur Ahmad Habibi, S.Gz., M.P. menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan tidak hanya untuk membantu pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam menghasilkan produk yang berkualitas.
“Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, kami berupaya mendampingi pelaku usaha agar tidak hanya siap dalam proses sertifikasi halal dan CPPOB, tetapi juga mampu menerapkan proses produksi yang baik secara berkelanjutan sehingga produk yang dihasilkan semakin aman, halal, bermutu, dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ranti, salah seorang pengusaha yoghurt di Padang Panjang, menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang diberikan oleh tim Poltekkes Kemenkes Padang. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha, terutama untuk memahami berbagai persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengembangan produk.
“Kegiatan seperti ini sangat kami butuhkan sebagai pelaku usaha yoghurt. Melalui pendampingan ini kami menjadi lebih memahami apa saja yang harus dipersiapkan untuk sertifikasi halal dan penerapan CPPOB. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus dilakukan sampai usaha kami benar-benar siap memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” ungkap Ranti.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan identifikasi terhadap kondisi fasilitas dan alur produksi yang telah diterapkan oleh pelaku usaha. Hasil identifikasi menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi perbaikan dan melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan dalam proses menuju sertifikasi halal dan pemenuhan CPPOB.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat, sekaligus wujud kontribusi Poltekkes Kemenkes Padang dalam mendukung pengembangan usaha pangan lokal dan peningkatan keamanan pangan di masyarakat.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan pelaku usaha susu dan produk olahannya dapat memenuhi standar halal dan keamanan pangan, meningkatkan kualitas dan daya saing produk, memperkuat kepercayaan konsumen, serta memperluas peluang pemasaran. (*)












