PADANG, HARIANHALUAN.ID — Dalam upaya memperkuat pemahaman praktis di bidang komunikasi digital, sebanyak 17 mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas melaksanakan kuliah lapangan ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Selasa (21/4/2026) kemarin.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung untuk mengkaji strategi Cyber Public Relations yang diterapkan pemerintah daerah dalam membangun citra kota.
Rombongan mahasiswa dipimpin oleh dua dosen pengampu mata kuliah Seminar Cyber Public Relations, Dr Elva Ronaning Roem M,Si serta Dr Yesi Puspita M.Si.
Kehadiran mereka disambut Sekretaris Dinas Kominfotik Bukittinggi Aprilia Astuti S.IP, Pranata Humas Riri Alhadila M,I.Kom beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Dr Elva Ronaning Roem menjelaskan bahwa kuliah lapangan merupakan agenda rutin yang dirancang untuk menjembatani teori dan praktik komunikasi, khususnya dalam konteks kehumasan digital yang terus berkembang.
“Tahun lalu kami ke Padang Panjang, dan tahun ini kami memilih Bukittinggi karena Kota ini kami nilai berhasil menerapkan strategi kehumasan berbasis digital secara efektif,” ujarnya.
Menurutnya, peran Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi sangat strategis dalam membangun city branding, terutama bagi daerah yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi.
“Dalam konteks ini, pendekatan Cyber PR menjadi kunci dalam menyampaikan pesan secara cepat, luas, dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Dr Elva Ronaning Roem yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Wilayah Sumbar ini menilai, Pemerintah Kota Bukittinggi mampu mengintegrasikan berbagai kanal komunikasi secara optimal.
Mulai dari media konvensional hingga platform digital seperti Instagram dan kolaborasi dengan influencer, seluruhnya terlihat berhasil dimanfaatkan untuk memperkuat citra dan branding kota kelahiran sang Proklamator Bung Hatta ini.
“Kami melihat bagaimana multi-platform digunakan secara konsisten. Ini bukan sekadar publikasi, tapi bagian dari strategi komunikasi yang terukur untuk menjangkau masyarakat dan wisatawan,” katanya.
Ia menambahkan, dalam era digital saat ini, keberhasilan komunikasi pemerintah tidak lagi hanya diukur dari penyampaian informasi, tetapi juga dari kemampuan membangun interaksi, kepercayaan publik, hingga memperkuat identitas daerah di ruang siber.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfotik Bukittinggi, Aprilia Astuti, menyambut baik kunjungan akademik tersebut. Ia menyebut, kehadiran mahasiswa menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.
“Kami merasa bangga dan terhormat. Ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan strategi komunikasi daerah,” ujarnya.
Aprilia menjelaskan, sebagai kota wisata, Bukittinggi membutuhkan pendekatan komunikasi yang adaptif dan inovatif. Strategi Cyber PR yang diterapkan tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga membangun narasi sejarah, budaya, dan identitas kota secara berkelanjutan.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Bukittinggi akan menggelar peringatan 100 tahun Jam Gadang, yang menjadi ikon utama kota tersebut. Salah satu agenda unggulan adalah Jam Gadang Photography Competition, yang dirancang sebagai bagian dari strategi komunikasi visual untuk memperkuat citra kota di tingkat nasional.
“Melalui lomba fotografi ini, kami ingin mengangkat Bukittinggi sebagai kota wisata sejarah sekaligus kota perjuangan yang kaya akan nilai budaya,” jelasnya.
Lomba foto yang terbuka untuk umum ini, akan menghadirkan sejumlah juri fotografi profesional, di antaranya Risman Marah, Arbain Rambey, serta Erison J Kambari.
Lebih jauh, Aprilia menekankan bahwa pemanfaatan konten visual seperti fotografi merupakan bagian penting dari strategi Cyber PR. Di mana kekuatan visual dinilai mampu membangun persepsi dan daya tarik publik secara lebih efektif di era digital.
Melalui kuliah lapangan ini, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana strategi komunikasi digital dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi oleh pemerintah daerah.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Dengan pendekatan Cyber PR yang semakin terintegrasi, Kota Bukittinggi dinilai berhasil memposisikan diri sebagai salah satu daerah dengan strategi komunikasi publik yang adaptif dan progresif di Sumatera Barat. (*)












