SUMBAR

Gunakan Sepablock, BNPB Perluas Pembangunan Huntap ke Limapuluh Kota dan Agam

×

Gunakan Sepablock, BNPB Perluas Pembangunan Huntap ke Limapuluh Kota dan Agam

Sebarkan artikel ini
Pembangunan huntap mandiri di Kabupaten Limapuluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4). Kegiatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang. IST

AGAM, HARIANHALUAN.ID–Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 terus dipercepat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memperluas pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri dengan memanfaatkan Sepablock, produk inovatif bata interlock yang diproduksi PT Semen Padang.

Setelah lebih dulu diterapkan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntap mandiri BNPB berbasis Sepablock kini menyasar dua wilayah baru, yakni Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam. Program ini diharapkan menjadi solusi cepat, efisien, dan aman bagi masyarakat terdampak bencana untuk segera memiliki hunian layak.

Pembangunan huntap mandiri di Kabupaten Limapuluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4). Kegiatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang.

Acara peletakan batu pertama itu turut dihadiri oleh sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, tokoh masyarakat daerah setempat, serta perwakilan dari PT Semen Padang yang dihadiri oleh Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi, Yelmi Arya Putra.

Baca Juga  Pengoperasian Jalan Lembah Anai Sesuai Jadwal, Mahyeldi: Dilakukan Bertahap

Kemudian, peletakan batu pertama di Kabupaten Agam dilakukan pada Kamis (16/4/2026), bertempat di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Peletakan batu pertama juga dilakukan oleh Sestama BNPB, Rustian, bersama Wakil Bupati Agam, Muhammad Ikbal, dan turut dihadiri oleh Kepala Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja.

Sestama BNPB Rustian menjelaskan bahwa pembangunan huntap mandiri menggunakan Sepablock bukan tanpa alasan. Produk inovatif dari PT Semen Padang ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, seperti ramah lingkungan, bentuk yang lebih estetis, serta proses pemasangan yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Selain itu, struktur bangunan yang dihasilkan juga lebih ramah terhadap gempa sehingga cocok diterapkan di wilayah rawan bencana seperti Sumatera Barat. “Karena itu, kami membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan. Sepablock menjawab kebutuhan tersebut,” katanya dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan huntap mandiri BNPB di Agam.

Baca Juga  Tokoh Masyarakat Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Klenteng di Pulau Cubadak

Rustian menegaskan bahwa percepatan pembangunan menjadi faktor krusial dalam penanganan pascabencana. “Dengan penggunaan Sepablock, waktu pembangunan huntap dapat dipangkas secara signifikan sehingga masyarakat yang saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara) bisa segera menempati rumah permanen,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan Sepablock tidak hanya dilakukan BNPB. Sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi serta kalangan dunia usaha melalui Kadin turut menggunakan produk ini dalam pembangunan huntap di berbagai daerah terdampak. “Kami dari BNPB juga akan memperluas penggunaan Sepablock ke luar Sumatera Barat, seperti di Aceh dan Sumatera Utara yang juga mengalami bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Di tingkat daerah, pemerintah kabupaten menyambut baik program tersebut.