OPINI

SETUMPUK TANAH SURGA DI BUMI MINANGKABAU, Negeri Sejuta Masjid, Sejuta Pesona, dan Sejuta Cita Raya

×

SETUMPUK TANAH SURGA DI BUMI MINANGKABAU, Negeri Sejuta Masjid, Sejuta Pesona, dan Sejuta Cita Raya

Sebarkan artikel ini

Oleh : Darmawi, Praktisi Pariwisata Sumatera Barat, Ketua Persatuan Homestay dan Penginapan Padang Pariaman 2026-2031, Ketua ASITA Sumatera Barat periode 2021-2026 dan Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Sumatera Barat periode 2022-2026, Founder Minang Maimbau Group Tour and Travel dan Akademisi Prodi S2 Pariwisata UNP

HARIANHALUAN.ID – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) atau yang lebih dikenal dengan Bumi Minangkabau yang di duduki oleh suku Etnis Minang, Mayoritas adalah Umat Beragama Islam. Falsafah yang di pegang teguh adalah “ Adat Bersandikan Syara’ dan Syara’ Bersandikan kepada Kitabullah ( Alqur’an dan Sunnah ). Negeri ini di Juluki “ Negeri Sejuta Masjid oleh wisatawan yang datang ke Bumi Minangkabau. Ditandai jika waktu sholat masuk, suara panggilan azan akan bersahut-sahut dari masjid ke masjid. Agaknya setiap jarak 500M lebih kurang, di tanah bumi Minangkabau akan berdiri kokoh bangunan masjid ataupun surau (Musala). Sehingga sangat berpatutan Negeri Bumi Minangkabau mendapatkan julukan Bumi Sejuta Masjid bagi setiap wisatawan yang datang. Selain fungsi utama sebagai ibadah salat, masjid ataupun surau di Minangkabau juga ikut difungsikan sebagai tempat pendidikan dan juga sebagai musyawarah dan mufakat bagi penduduk setempat.


Pembangunan masjid ataupun surau di Bumi Minangkabau, dengan berbagai model arsitektur dan ornamen, tidak saja dibangun oleh pemerintah, tapi kebanyakan di bangun oleh masyarakat, baik di kampung ataupun di rantau.


Bumi Minangkabau tidak hanya kaya akan keindahan alam dan budaya, tetapi juga memiliki identitas kuat sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat. Sehingga tidak berlebihan jika Sumbar digaungkan sebagai “Negeri Sejuta Masjid, Negeri Sejuta Pesona, dan Negeri Sejuta Cita Raya”.

Baca Juga  Tiga Peluru untuk Si Patai; Seabad Berlalu, Pertanyaannya Masih Sama

Minangkabau merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan wisata super lengkap dan mantap. Sangat tepat untuk menjadi pilihan utama bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Mulai dari bentangan alam pegunungan api yang masih aktif. Seperti gunung Merapi, Singgalang, Talang, Tandikek, dan banyak lagi. Dari ufuk timur Perbukitan yang berjejer dikenal sebagai Bukit Barisan (bukit yang berbaris) sambil menunggu matahari terbit (sunrise) yang sangat memukau., pesisir pantai yang landai membentang dari ujung ke ujung arah barat Sumatera.

Di laut ada Samudra Hindia yang sangat mempesona ketika melihat matahari terbenam (sunset dikala senja) pemandangan yang sangat eksotis, ikut memperlihatkan jejeran pulau-pulau kecil seolah-olah tengah menanti kedatangan para pelaut yang hendak singgah.

Danau-Danau pun juga menawarkan air yang begitu sejuk. Sebut saja Danau Singkarak, Maninjau, Pasaman, Danau Diateh dan Danau Dibawah.

Tidak adalah negeri di dunia memilik Danau yang bertingkat, kecuali di Bumi Minangkabau.

Betul sekali rasanya jika para wisatawan yang setiap kali menginjakan kakinya di Bumi Minangkabau, tak pernah bosan-bosan nya melihat sejuta pemandangan alam yang sangat indah. Tak habis disana saja keindahan alam yang dibicarakan, padi, sawah dan kebun, bertingkat-tingkat seolah-olah mengukir bentuk hamparan tanah perbukitan yang ada di Bumi Minangkabau.

Disisi lain Desa terindah di dunia ada di Sumatera Barat. Sangatlah sesuai kata para wisatawan yang datang, hari ni saya mencoba memberikan gelar “ Negeri sejuta pesona “


Khusus para pecinta kuliner, wisatawan yang suka menggoyangkan lidahnya. Dari sabang sampai marauke (Wilayah Indonesia) dan termasuk di benua Asia dan Benua Eropa, Rumah makan (Restoran padang) seolah -olah sedang memperkenakan cita rasa khasnya kepada seluruh masyarakat dunia. Tentang kelezatan masakan Padang (PADANG TASTE) yang lezat mendunia. Surga nya memanjakan selera adalah di Bumi Minangkabau, wajar hari ini saya memberikan anugerah kepada Negeri ini sebagai Negeri Sejuta Cita Rasa.

Baca Juga  Menakar Kembali Ruh Rumah Gadang, Antara Simbol Identitas dan Tantangan Zaman Modern


Lainnya ada atraksi, tradisi adat, dan Kebudayaan Minangkabau, yang masih terjaga dengan baik di tengah perkembangan zaman modren.


Sektor pariwisata harus terus dikembangkan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat Sumatera Barat. Kehadiran homestay dan penginapan, UMKM dan Ekraf yang dikelola oleh masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan ke daerah dan ini adalah model BASE COMMUNITY TOURISM ( BCT) yang dapat memberikan positif efek kepada lingkungan masyarakat.

Pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, fasilitas pendukung, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan semangat kebersamaan, optimistis Sumatera Barat akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Seluruh masyarakat diajak untuk terus menjaga nilai-nilai adat dan agama yang menjadi kekuatan utama Minangkabau. Filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” harus tetap menjadi landasan dalam membangun daerah dan menyambut perkembangan sektor pariwisata.

Pariwisata yang maju harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan nilai-nilai keagamaan. Dengan begitu, Minangkabau akan tetap menjadi negeri yang membanggakan, negeri yang memiliki sejuta masjid, sejuta pesona, dan sejuta cita raya untuk masa depan yang lebih baik.

Melalui semangat tersebut, Bumi Minangkabau diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang tetap berakar kuat pada budaya, adat, dan nilai-nilai religius yang diwariskan oleh para pendahulu. (*)