SUMBARAGAMKAMPUSNASIONALPARIWISATAPENDIDIKANRANAH & RANTAU

Menyimpul Pengetahuan Lampau Lewat Pameran Manuskrip Syair Islam Minangkabau

×

Menyimpul Pengetahuan Lampau Lewat Pameran Manuskrip Syair Islam Minangkabau

Sebarkan artikel ini

AGAM, HARIANHALUAN.ID — Pameran Manuskrip Syair Islam Minangkabau resmi dibuka pada Jumat (5/6/2026) kemarin di Khutub Khannah Haji Abdul Karim Amrullah (HAKA) Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pameran ini merupakan bagian dari program “Moderasi melalui Syair: Pendayagunaan Manuskrip Sastra Islam Minangkabau di Ruang Publik” yang didukung oleh Program Dana Indonesiana Tahun 2025.

Ketua pelaksana kegiatan, Nofri Duino Zora, menyampaikan pameran ini bertujuan menghadirkan kembali manuskrip syair Islam Minangkabau ke ruang publik agar dapat dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.

“Manuskrip bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan dan nilai-nilai yang masih relevan bagi kehidupan saat ini,” ujarnya.

Pameran ini, jelasnya, menampilkan sebanyak 40 materi pameran yang terdiri atas manuskrip, reproduksi naskah, foto ulama, mesin tik, dan berbagai bahan interpretasi yang memperkenalkan tradisi syair Islam Minangkabau kepada masyarakat.

Baca Juga  Perbaikan Infrastruktur di Kawasan Lubuk Mata Kucing Dipastikan Aman

Secara khusus, pameran ini mengangkat karya-karya Haji Abdul Karim Amrullah (HAKA), ulama besar asal Sungai Batang yang dikenal sebagai tokoh pembaru Islam di Minangkabau.

Lalu dari kurator pameran, Pramono, menjelaskan bahwa manuskrip syair Islam Minangkabau merupakan bagian penting dari warisan intelektual masyarakat Minangkabau.

“Manuskrip syair Islam Minangkabau bukan sekadar dokumen sejarah. Di dalamnya tersimpan jejak tradisi intelektual, pendidikan, dan dakwah yang pernah berkembang kuat di tengah masyarakat. Karena itu, pameran ini menjadi upaya penting untuk menghubungkan kembali manuskrip dengan masyarakat yang menjadi pewarisnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pameran manuskrip menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi dalam pelestarian warisan budaya dan intelektual Minangkabau.

“Kami melihat kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum. Ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Agam dalam melestarikan warisan budaya dan intelektual Minangkabau,” katanya.

Baca Juga  Warga Binaan Lapas Bukittinggi Ikuti Pelatihan Mengurus Jenazah

Selain pameran, program ini juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti seminar nasional, pelatihan membaca manuskrip Arab-Melayu, serta Pentas Pembacaan dan Pendendangan Syair Manuskrip.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menghidupkan kembali manuskrip sebagai sumber pengetahuan yang dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Pameran Manuskrip Syair Islam Minangkabau ini akan berlangsung hingga 15 Juni 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum.

Pembukaan pameran dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, yang hadir mewakili Bupati Agam. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Tanjung Raya, unsur Forkopimca Tanjung Raya, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, akademisi, dosen, mahasiswa, kepala sekolah, pimpinan pesantren, pelajar, perwakilan Yayasan Sako, berbagai komunitas budaya dan kepemudaan, serta kelompok difabel. (*)