PADANG, HALUAN – Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Chapter Padang resmi melantik kepengurusan periode 2026–2030 di Auditorium Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA), Jumat (3/7). Kegiatan pelantikan dihadiri akademisi, praktisi, pelaku UMKM, mahasiswa, dan unsur pemerintah daerah.
Ketua Umum AMA Indonesia yang diwakili, Sian Yet, SE., M.Si., MP., NLP., CODP, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah untuk memimpin organisasi selama empat tahun ke depan. Menurutnya, tantangan Indonesia saat ini adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, Indonesia membutuhkan organisasi profesi yang mampu menjadi jembatan antara perguruan tinggi, dunia usaha, riset akademik, dan masyarakat. Dalam pandangannya, AMA harus menjadi wadah kolaborasi untuk melahirkan berbagai solusi manajerial sekaligus memperkuat praktik kepemimpinan di berbagai sektor.
“Keberhasilan organisasi tidak diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sian Yet menyebut penguatan sektor strategis, terutama UMKM, menjadi salah satu prioritas kepengurusan. Sumatera Barat dinilai memiliki potensi besar melalui kekayaan budaya, seni, kuliner, hingga industri fesyen yang perlu didorong melalui penguatan merek, digitalisasi, serta perluasan akses pasar.
Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya hayati yang mendunia sehingga harus dikelola secara berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik dalam mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, visi besar pembangunan harus diiringi dengan manajemen yang profesional, termasuk peningkatan literasi keuangan, kemampuan mengelola arus kas, tata kelola keuangan, manajemen risiko, hingga transparansi organisasi.
Sian Yet berharap AMA dapat menjadi sahabat dunia pendidikan sekaligus pendamping dunia usaha dengan mengedepankan semangat kolaborasi dibanding kompetisi.
“Kami yakin Sumatera Barat mampu menjadi ekosistem pembangunan yang inklusif dan berdaya. Semoga kepengurusan 2026–2030 menjadi penggerak lahirnya pemimpin-pemimpin baru, pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, serta sistem keuangan yang semakin kuat menuju SDM yang unggul, berdaya saing, dan sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa yang hadir mewakili Wali Kota Padang mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru AMA Chapter Padang.
Menurutnya, membangun organisasi bukan proses yang mudah karena membutuhkan komitmen serta kemampuan menghadapi berbagai dinamika. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pengurus agar menjalankan amanah secara profesional.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Padang terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi, akademisi, dan institusi pendidikan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami berharap terjalin silaturahmi yang berkelanjutan serta tindak lanjut nyata melalui berbagai program bersama. Mari kita berkolaborasi membangun Kota Padang sebagai kota pendidikan dan smart city,” ujarnya.
Rektor Universitas PGRI Sumatera Barat, Prof. Dr. Ansofino, M.Si, dalam sambutannya mengaitkan pelantikan tersebut dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia hanya dapat menjadi negara maju apabila memiliki inovasi dan kapabilitas sumber daya manusia yang tinggi.
Ia menilai pengembangan knowledge capital, kemajuan teknologi, dan lahirnya talenta-talenta kreatif menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing bangsa.
Karena itu, ia mendorong dosen dan mahasiswa untuk memperluas kolaborasi dengan organisasi profesi seperti AMA.
“Networking akan melahirkan modal sosial yang sangat dibutuhkan dalam membangun negara. Semoga kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia profesional,” katanya.
Ketua AMA Chapter Padang periode 2026–2030, Dedi Vitra Johor, SE., Ak., CA, mengatakan kepengurusan yang baru akan menjadi lokomotif dalam membangun ekosistem bisnis yang melibatkan akademisi, praktisi, pelaku UMKM, dan mahasiswa.
Menurutnya, keberhasilan organisasi maupun dunia usaha tidak dapat dicapai sendiri, melainkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Ia mengutip pepatah, “Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama.”
Dedi menambahkan, persoalan utama yang sering menghambat pertumbuhan bisnis bukan semata-mata produk, tetapi lemahnya manajemen.
“Ketika bisnis tidak bertumbuh, biasanya yang perlu dibenahi adalah manajemennya. Karena pada akhirnya semuanya kembali pada bagaimana organisasi dan usaha dikelola secara profesional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan yang diberikan. Ke depan, AMA Chapter Padang berkomitmen aktif berkontribusi dalam pembinaan UMKM, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kapasitas manajerial pelaku usaha agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana, Alfarino Ikhsan, SE., MM mengucapkan terimakasih atas dukungan dan support dari seluruh pihak.
“Acara ini bisa terlaksana atas dukungan dari seluruh pihak, diantaranya Ketua AMA, UPGRISBA dan seluruh sponsor. Sehingga acara terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini bisa membangun sinergitas akademisi, organisasi, pengusaha. Selain itu bisa memberikan nilai tambah dan menghasilkan gagasan yang memiliki dampak luas kedepannya.
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional dan Expo Kewirausahaan bertema “Transformasi Manajemen Profesional Menuju Organisasi yang Adaptif dan Berdaya Saing”.
Seminar Nasional ini turut mengundang narasumber Kepala Kantor BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, Eksporter Marta Gunawan dan perwakilan dari AMA Pusat, Sian Yet. (h/yes)






