PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kebakaran satu unit mobil Toyota Xpander di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Selasa (22/9/2026) malam, memunculkan sorotan lain di media sosial.
Bukan hanya soal penyebab kebakaran, sejumlah netizen mempertanyakan keberadaan mobil tersebut dan menduga kendaraan yang terbakar berkaitan dengan aktivitas pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Dugaan itu muncul dalam kolom komentar unggahan terkait peristiwa kebakaran. Salah seorang pengguna akun bahkan menanyakan penyebab kebakaran, yang kemudian dibalas dengan komentar bahwa kendaraan tersebut diduga terbakar akibat aktivitas “melangsir minyak”.
Komentar lain juga menyebut mobil yang terbakar sebagai kendaraan yang diduga digunakan untuk aktivitas serupa. Namun, hingga kini, dugaan tersebut belum terkonfirmasi dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab maupun motif keberadaan kendaraan di lokasi.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang memastikan objek yang terbakar adalah satu unit Toyota Xpander dengan nomor polisi BA 1391 QK.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 19.59 WIB. Satu unit armada kemudian diberangkatkan pada pukul 20.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 20.08 WIB.
“Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan,” kata Rinaldi.
Menurut laporan Damkar, api pertama kali diketahui setelah seorang saksi melihat percikan api yang membakar bagian belakang mobil. Saksi kemudian segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
Petugas mengerahkan empat unit armada dengan total sekitar 50 personel untuk melakukan penanganan. Api berhasil dipadamkan dan proses penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 20.57 WIB.
Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit mobil dengan luas area terdampak sekitar 4 x 4 meter. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu.
Damkar memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp300 juta. Sedangkan sekitar 10 bangunan di sekitar lokasi disebut berpotensi terdampak apabila api tidak segera ditangani.
Yang menarik, dalam laporan resmi Damkar, identitas pemilik kendaraan hingga kini juga belum diketahui.
Kondisi tersebut membuat dugaan yang berkembang di media sosial masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.
Termasuk apakah kendaraan tersebut memang digunakan untuk aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi, maupun apakah aktivitas tersebut memiliki kaitan dengan terjadinya kebakaran.
Sebab, berdasarkan keterangan Damkar, api pertama kali terlihat dari bagian belakang kendaraan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Peristiwa ini pun membuka pertanyaan lain yang patut ditelusuri aparat terkait, terutama mengenai kepemilikan kendaraan, aktivitas kendaraan sebelum terbakar, serta ada tidaknya BBM atau benda lain di dalam mobil yang dapat berkaitan dengan kebakaran.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait dugaan kendaraan tersebut digunakan untuk aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi. (*)












