PENDIDIKAN

Didanai BIMA Kemendiktisaintek, Unand Hadirkan Dek Sehat Mangko Manjadi di Kampung Batu Bala

×

Didanai BIMA Kemendiktisaintek, Unand Hadirkan Dek Sehat Mangko Manjadi di Kampung Batu Bala

Sebarkan artikel ini
Unand
Universitas Andalas (Unand) menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Dek Sehat Mangko Manjadi di Kampung Batu Bala, Nagari Gantiang Mudiak Selatan, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Program yang didanai BIMA Kemendiktisaintek tersebut bertujuan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah penyakit diare pascabencana. HUMAS

PESISIR SELATAN, harianhaluan.idUniversitas Andalas (Unand) menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Dek Sehat Mangko Manjadi di Kampung Batu Bala, Nagari Gantiang Mudiak Selatan, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Program yang didanai BIMA Kemendiktisaintek tersebut bertujuan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah penyakit diare pascabencana.

Program ini dilatarbelakangi kerentanan masyarakat terhadap gangguan kesehatan setelah bencana, khususnya akibat penurunan kualitas lingkungan dan sumber air. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis air, termasuk diare yang rentan menyerang bayi dan balita.

Kampung Batu Bala merupakan salah satu wilayah yang memiliki kerentanan terhadap banjir karena berada di kawasan pesisir dan dilalui aliran sungai. Dampak bencana tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas sumber air yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data yang menjadi latar belakang kegiatan, Kabupaten Pesisir Selatan mencatat 3.395 kasus diare pada 2024. Selain itu, daerah tersebut pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) diare yang menyebabkan lima kematian pada kelompok batita dan balita.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian Unand melaksanakan serangkaian kegiatan yang meliputi koordinasi dengan masyarakat, pemeriksaan kualitas air, edukasi kesehatan keluarga, serta penyediaan teknologi tepat guna berupa filter air.

Program ini diketuai Dr. Yuniar Lestari, M.Kes., FISPH., FISCM., Sp.KKLP dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Unand. Ia didukung Abdiana dari Program Studi Pendidikan Profesi Dokter dan Firdawati dari Program Studi Kedokteran Unand.

Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa S2 Kesehatan Masyarakat Unand, Silvi Amelia dan Zaria Rahmadani. Keduanya berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan lapangan, dokumentasi, pendampingan edukasi, pengumpulan data, serta monitoring dan evaluasi program.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bekerja sama dengan Kelompok Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kampung Batu Bala yang dipimpin Yori Maisita. Kelompok ibu PKK dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga, mulai dari pengelolaan air minum dan makanan hingga perawatan anak.

Baca Juga  Wali Nagari di Pessel Studi Banding ke Jawa Barat, Pengamat: Tak Relevan di Tengah Kondisi Fiskal Sulit

Identifikasi Kualitas Air

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi antara tim pengabdian Unand dan mitra masyarakat. Koordinasi dilakukan untuk memahami kondisi lapangan, mengidentifikasi kebutuhan warga, serta menyusun strategi kegiatan yang sesuai dengan permasalahan kesehatan setempat.

Setelah itu, tim melakukan pengambilan sampel air untuk mengetahui kondisi kualitas air yang digunakan masyarakat. Sampel tersebut selanjutnya diperiksa secara mikrobiologis, khususnya untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri indikator pencemaran, seperti Escherichia coli (E. coli) dan coliform.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengenali potensi risiko pencemaran air yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa air yang terlihat jernih belum tentu aman untuk dikonsumsi. Keamanan air perlu diperhatikan sejak dari sumber, proses pengolahan, hingga penyimpanannya.

Didanai BIMA Kemendiktisaintek, Unand Hadirkan Dek Sehat Mangko Manjadi di Kampung Batu Bala

Selain pemeriksaan air, tim pengabdian memberikan edukasi kesehatan kepada kelompok ibu PKK Kampung Batu Bala. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya air minum aman, cara pengolahan dan penyimpanan air yang benar, pengenalan tanda bahaya diare pada anak, serta langkah yang perlu dilakukan keluarga ketika anak mengalami gejala diare.

Edukasi dilaksanakan secara interaktif melalui diskusi dan penyampaian informasi dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, ibu PKK diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Peran ibu dinilai penting dalam memastikan kebutuhan air minum dan makanan keluarga dikelola secara aman serta mengenali gejala penyakit pada anak sejak dini.

Baca Juga  Annisa-Leli Realisasikan Program Bantuan bagi Ibu Hamil di Dharmasraya

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian Unand juga menghadirkan teknologi tepat guna berupa alat filter air yang ditempatkan di Masjid Kampung Batu Bala.

Masjid dipilih sebagai lokasi penempatan karena menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat. Dengan demikian, fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama dan memberikan manfaat bagi lebih banyak warga.

Kehadiran filter air ini melengkapi kegiatan edukasi dan pemeriksaan kualitas air yang telah dilakukan. Namun, keamanan air tetap perlu diperhatikan melalui pengelolaan dan pemeliharaan alat yang tepat serta penerapan perilaku pengolahan air minum yang aman.

Perkuat Ketahanan Kesehatan

Program Dek Sehat Mangko Manjadi juga didukung media edukasi berupa poster, leaflet, dan modul. Media tersebut disiapkan agar informasi mengenai pencegahan diare dan pengelolaan air minum aman dapat terus dipahami serta diterapkan masyarakat setelah kegiatan pengabdian selesai.

Melalui kolaborasi antara BIMA Kemendiktisaintek, Universitas Andalas, kelompok ibu PKK, dan masyarakat Kampung Batu Bala, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Penguatan pengetahuan keluarga, pemeriksaan kualitas air, serta penyediaan fasilitas pendukung diharapkan dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi risiko gangguan kesehatan pada masa pemulihan pascabencana.

Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali infrastruktur dan lingkungan yang terdampak, tetapi juga mencakup upaya menjaga kesehatan masyarakat. Dengan pengetahuan, fasilitas, dan keterlibatan bersama, masyarakat diharapkan semakin mampu melindungi kesehatan keluarga, terutama bayi dan balita, dari ancaman penyakit berbasis air. (h/sil)