PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota Pariaman membagikan masker kepada para siswa sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Pembagian masker dilakukan langsung Wali Kota Pariaman, Yota Balad bersama jajaran di SMA Negeri 1 Kota Pariaman dan SD Negeri 19 Kampung Baru, Kamis (10/9).
Yota Balad mengatakan, pembagian masker tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi bahaya kabut asap, terutama bagi peserta didik yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.
“Ini sebagai bentuk antisipasi bahaya kabut asap kepada masyarakat khususnya peserta didik,” kata Yota saat membagikan masker kepada siswa.
Menurut Yota, untuk sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah masih tetap berjalan seperti biasa. Namun, sekolah diminta mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan selama kondisi udara masih berkabut.
“Saat ini, aktivitas sekolah masih tetap dilaksanakan tapi dianjurkan untuk kegiatan luar ruangan seperti olahraga ditiadakan dulu,” ujarnya.
Yota menyebut, dalam beberapa hari terakhir kondisi udara di Kota Pariaman memang terpantau berkabut. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan asap kebakaran lahan dan hutan yang berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Dharmasraya dan Riau.
Meski demikian, kondisi tersebut mulai menunjukkan harapan membaik setelah hujan turun dalam dua hari terakhir. Pemko Pariaman berharap hujan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap dan memperbaiki kualitas udara.
“Namun, dua hari ini sudah mulai turun hujan yang diharapkan mengurangi kabut,” kata Yota.
Ia menambahkan, Pemko Pariaman akan terus memantau perkembangan kondisi udara dalam beberapa hari ke depan. Jika tidak terjadi penurunan kabut atau perbaikan kualitas udara, pemerintah akan mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk pola pembelajaran secara daring.
“Jadi akan dipantau dalam minggu ini apabila tidak ada penurunan atau perbaikan,” ujarnya.
Yota juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Ia meminta warga yang tidak mendapatkan masker dari pemerintah tetap mengupayakan perlindungan diri selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik. (*)






