AGAM, HARIANHALUAN.ID — Kebakaran melanda kawasan Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Kamis (2/4/) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden ini menjadi sorotan setelah mobil pemadam kebakaran (damkar) dilaporkan kehabisan bahan bakar saat menuju lokasi.
Anggota DPRD Agam, Albert, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, masyarakat telah menghubungi petugas damkar sesaat setelah api mulai membesar. Namun, mobil damkar tidak dapat segera tiba di lokasi.
“Benar, terjadi kebakaran di Koto Gadang sekitar pukul 17.00 WIB. Masyarakat sudah menelpon damkar, namun di tengah perjalanan mobil kehabisan minyak di Siguhung. Hal ini kami ketahui setelah kami menelpon langsung petugas damkar yang berada di mobil,” ujar Albert.
Akibat kondisi tersebut, petugas terpaksa menunggu pasokan bahan bakar dari markas damkar di Maninjau sebelum dapat melanjutkan perjalanan ke lokasi kebakaran.
Di sisi lain, Albert mengungkapkan bahwa unit damkar yang berada di Maninjau juga belum dapat difungsikan secara optimal. Hal ini disebabkan kerusakan kendaraan akibat dampak bencana yang terjadi sebelumnya.
“Unit damkar di Maninjau belum bisa digunakan karena rusak pascabencana. Jadi penanganan jadi terkendala,” katanya.
Hingga pukul 19.30 WIB, mobil damkar dilaporkan belum juga tiba di lokasi kejadian. Sementara itu, warga setempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya untuk mencegah kebakaran meluas.
Akibat peristiwa ini, satu unit rumah dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, satu unit mobil dan satu sepeda motor juga ikut dilalap api. Seorang warga lanjut usia berusia 68 tahun mengalami luka bakar dan telah dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis.
Albert menilai, kejadian ini menjadi peringatan serius terkait kesiapsiagaan layanan darurat di daerah. Ia berharap ke depan unit pemadam kebakaran dapat selalu dalam kondisi siap siaga, terutama dalam situasi mendesak.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Dalam kondisi darurat, unit damkar harus standby dan siap digunakan kapan saja,” tegasnya.
Ia juga mengaku telah berupaya menghubungi sejumlah pihak terkait, termasuk kepala dinas dan bupati. Namun, hanya Sekretaris Daerah (Sekda) yang berhasil dihubungi.
“Sekda menyampaikan akan langsung melihat kondisi korban yang terbakar di RSUD Lubuk Basung,” tutup Albert.
Albert tidak tahu persis, apakah kehabisan minyak ini lantaran susahnya mendapatkan minyak di Lubuk Basung. Namun, menurutnya ini perlu perhatian serius pemerintah daerah.
Haluan juga telah berupaya menghubungi Kasat Satlpol PP dan Damkar, Fauzi namun tidak berhasil, dengan status telpon WhatsApp menghubungi. (*)











