LUBUK BASUNG, HARIANHALUAN.id — Dampak bencana banjir bandang dan longsor (galodo) yang melanda Kabupaten Agam pada 26 November 2025 lalu juga dirasakan sektor perbankan.
Bank Nagari Cabang Lubuk Basung mencatat sedikitnya 65 nasabah terdampak dengan total nilai kredit mencapai Rp12 miliar.
Pemimpin Seksi Kredit Bank Nagari Cabang Lubuk Basung, Rezki Darma, mengungkapkan sebagian debitur mengalami kerugian serius, bahkan kehilangan usaha akibat terjangan galodo.
“Akibat galodo tersebut, sebagian debitur kehilangan usaha mereka sehingga diberikan keringanan,” ujarnya kepada Haluan, Sabtu (26/4).
Hingga saat ini, sekitar 20 persen dari total debitur terdampak telah mengajukan atau mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit.
Langkah ini menjadi salah satu upaya bank dalam menjaga keberlangsungan usaha nasabah di tengah kondisi sulit.
Restrukturisasi dilakukan dengan berbagai skema keringanan, menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan bayar masing-masing debitur.
Di sisi lain, dampak bencana juga diperkirakan akan meningkatkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
Rezki menyebutkan, potensi kenaikan NPL akibat bencana ini diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.
“Ini menjadi perhatian kami, namun tetap diantisipasi melalui berbagai langkah mitigasi, termasuk restrukturisasi,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bank Nagari memberikan keringanan berupa bunga 0 persen untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun pertama bagi debitur terdampak.
Tak hanya itu, bank juga membuka akses pembiayaan baru melalui KUR untuk membantu nasabah memulai kembali usaha mereka yang terdampak bencana.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sektor perbankan di daerah.
Di tengah tekanan akibat bencana, kinerja penyaluran kredit Bank Nagari Cabang Lubuk Basung tetap menunjukkan tren positif.
Hingga Desember 2025, total kredit yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp700 miliar kepada lebih dari 400 nasabah.
Capaian ini mencerminkan komitmen bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di wilayah yang terdampak bencana. (h/ita)











