PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Upaya membangun generasi sehat terus digencarkan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Kali ini, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pessel, Lisda Hendrajoni, turun langsung menyapa ratusan siswa dalam kegiatan Pergerakan Masyarakat Aksi Bergizi di SMAN 1 Batang Kapas, Sabtu (2/5/2026).
Kehadiran Lisda bukan sekadar seremoni. Ia membawa pesan kuat tentang pentingnya pola hidup sehat dan kecukupan gizi sejak usia remaja, fase krusial yang menentukan kualitas generasi masa depan.
Di hadapan para siswa, Lisda menyoroti ancaman kesehatan yang masih membayangi kalangan remaja, khususnya anemia pada remaja putri dan stunting. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah remaja putri yang mengalami anemia di Pesisir Selatan mencapai 1.902 orang.
“Ini bukan angka kecil. Kita butuh kesadaran bersama dan aksi nyata untuk menekan kasus ini,” ujar Lisda.
Ia pun mendorong para pelajar untuk rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang telah diprogramkan di sekolah sebagai langkah preventif. Menurutnya, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi investasi besar bagi kesehatan di masa depan.
“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Saya berharap anak-anak muda di SMAN 1 Batang Kapas bisa menjadi ‘Bestie Aksi Bergizi’, menjadi contoh bagi teman sebaya dalam menerapkan pola makan sehat dan rutin minum tablet tambah darah setiap minggu,” katanya.
Lebih jauh, Lisda menjelaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mewujudkan konsep “Nagari Sehat”. Ia mengungkapkan, capaian skrining kesehatan tingkat SMA di Pesisir Selatan telah mencapai 90 persen, sebuah progres signifikan yang perlu terus dijaga.
Dengan kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan, ia optimistis angka stunting yang saat ini berada di kisaran 7,1 persen dapat terus ditekan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi semua pihak menjadi kunci agar generasi muda kita tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tambahnya.
Kegiatan Pergerakan Masyarakat Aksi Bergizi ditutup dengan makan bersama serta sosialisasi gaya hidup sehat. Dalam suasana hangat, Lisda tampak berbaur dengan para siswa dan majelis guru, memastikan pesan-pesan kesehatan tidak hanya disampaikan, tetapi juga dipahami dan diterapkan.
Langkah sederhana yang dimulai dari sekolah ini diharapkan mampu menjadi gerakan besar dalam menciptakan generasi Pesisir Selatan yang lebih sehat di masa depan. (*)











