TANAH DATAR, HARIANHALUAN.ID- — Suasana haru dan bahagia menyelimuti lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tanah Datar Plus Keterampilan saat menggelar acara pelepasan keberangkatan salah seorang guru, Wisda Repelita, S.Pd, yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta para siswa, dan berlangsung penuh makna, keikhlasan, serta nuansa kekeluargaan.
Keberangkatan Wisda Repelita menuju Tanah Suci menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar madrasah. Ibadah haji sebagai rukun Islam kelima merupakan cita-cita setiap umat Muslim, sehingga kesempatan tersebut dipandang sebagai anugerah besar.
Kepala MAN 1 Tanah Datar Plus Keterampilan, Rika Maria, secara resmi melepas keberangkatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan dan nasihat yang menyentuh.
“Hari ini merupakan momen penuh berkah dan kebanggaan bagi kita semua. Menjadi tamu Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji adalah karunia yang tidak semua orang peroleh. Ini menjadi bukti bahwa Ibu Wisda adalah hamba yang mendapat panggilan-Nya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dedikasi Wisda selama mengabdi di madrasah, mulai dari mengajar dengan penuh kesabaran, membimbing siswa dengan ketulusan, hingga menjadi teladan bagi lingkungan kerja.
Rika Maria berpesan agar selama menjalankan ibadah, Wisda senantiasa menjaga keikhlasan, menjadikan setiap rangkaian ibadah sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, serta menjadikan perjalanan tersebut sebagai sarana membersihkan diri dan meningkatkan akhlak.
“Semoga kembali sebagai haji yang mabrur dan membawa keberkahan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, madrasah, dan masyarakat,” tambahnya.
Tausiyah dan doa dipimpin oleh Japrizal, S.Pd, guru Fikih di madrasah tersebut. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual.
“Ibadah haji adalah perjalanan kembali kepada fitrah sebagai hamba Allah. Setiap rukun dan syaratnya mengajarkan kesabaran, pengorbanan, serta ketaatan. Laksanakan dengan niat yang tulus dan hati yang lapang,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa haji mabrur tidak hanya ditandai dengan diterimanya ibadah, tetapi juga perubahan perilaku menjadi lebih baik setelah kembali.
Sementara itu, Wisda Repelita dalam sambutan perpisahannya menyampaikan rasa haru dan syukur atas kesempatan yang diperolehnya.
“Saya merasa bahagia sekaligus sedih harus berpisah sementara dengan keluarga besar madrasah ini. Kesempatan ini adalah anugerah luar biasa,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Ia juga memohon maaf atas segala kekhilafan selama bertugas serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan yang telah terjalin.
“Mohon doa restu agar saya dapat menunaikan ibadah dengan sempurna, kembali dalam keadaan sehat, dan membawa perubahan yang lebih baik,” katanya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Haji Japrizal. Seluruh warga madrasah berharap Wisda Repelita dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta meraih predikat haji mabrur. (*)











