AGAM, HALUAN – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Padang memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada siswa SDN 10 Kubu Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 tersebut mengangkat tema upaya mencegah terbentuknya karies gigi dengan menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dalam saliva melalui edukasi berkumur menggunakan air kelapa hijau setelah menyikat gigi.
Kegiatan ini dilatarbelakangi masih tingginya permasalahan karies gigi pada anak usia sekolah di wilayah tersebut. Dari pemeriksaan terhadap 67 siswa, ditemukan 112 gigi susu mengalami karies dengan indikasi pencabutan dan 45 gigi permanen mengalami karies dengan indikasi pencabutan.
Kondisi tersebut mendorong tim pengabdian masyarakat melakukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membiasakan anak menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Ketua tim Pengabmas, drg. Anses Warman, MMKes, bersama anggota drg. Ika Ifitri, MDSc dan Zulfikri, S.SiT, M.Kes, memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar serta manfaat air kelapa hijau dalam menjaga kesehatan rongga mulut.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga mendemonstrasikan teknik menyikat gigi menggunakan model gigi. Setelah mendapatkan penjelasan, sejumlah siswa diminta maju ke depan untuk mempraktikkan kembali teknik menyikat gigi yang telah diajarkan.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara berkumur dengan air kelapa hijau serta waktu pelaksanaannya setelah menyikat gigi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sikat gigi massal yang diikuti 67 siswa. Setelah menyikat gigi, para siswa melakukan kegiatan berkumur menggunakan air kelapa hijau yang telah disiapkan oleh tim.
Dalam pelaksanaannya, setiap siswa menggunakan sekitar 100 mililiter air kelapa hijau dan berkumur selama 30 detik di bawah pengawasan tim pengabdian masyarakat.
Selain siswa, kegiatan tersebut juga diikuti 18 guru dan karyawan SDN 10 Kubu Panampuang serta enam mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Padang.
Tim pengabdian masyarakat menyampaikan, penggunaan air kelapa hijau diperkenalkan sebagai salah satu alternatif bahan alami dalam upaya menjaga kesehatan rongga mulut. Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif untuk membantu menekan risiko karies pada anak.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai kesehatan gigi dan manfaat air kelapa. Tingkat pengetahuan siswa yang sebelumnya tercatat sebesar 69 persen meningkat menjadi 93 persen setelah diberikan edukasi.
Peningkatan tersebut terlihat ketika tim memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai manfaat air kelapa, cara berkumur serta waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan tersebut. Sejumlah siswa mampu menjawab pertanyaan dan mempraktikkan kembali cara menyikat gigi dengan baik dan benar.
Selain edukasi dan praktik, tim Pengabmas juga memberikan paket kepada siswa yang berisi sikat gigi, pasta gigi, gelas kumur serta air kelapa hijau dalam kemasan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program dan kenang-kenangan, tim juga menyerahkan dua unit wastafel beserta saluran air bersih kepada pihak sekolah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sikat gigi massal maupun kebiasaan mencuci tangan di lingkungan sekolah.
Kepala SDN 10 Kubu Panampuang, Masneli Destri Warni, S.Ag., M.Pd., turut membuka kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut.
Tim Pengabmas berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut di kalangan siswa.
Melalui edukasi, praktik menyikat gigi, berkumur dan penyediaan fasilitas pendukung, sekolah diharapkan dapat melanjutkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara rutin sehingga risiko karies pada anak dapat ditekan. (h/yes)






