LIMA PULUH KOTA, HARIANHALUAN.ID – Menekan angka stunting di Nagari Ampalu memasuki babak baru. Melalui Program Kampung Zakat, sebanyak 16 balita stunting mulai menerima paket makanan bergizi selama 60 hari berturut-turut sebagai bentuk intervensi pemenuhan gizi.
Program kolaboratif ini diharapkan mampu memperbaiki status gizi anak sekaligus melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.
Program yang mulai dilaksanakan sejak Senin (3/8/2026) tersebut merupakan hasil sinergi antara LAZ BSI Maslahat, Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, Puskesmas Halaban, dan Pemerintah Nagari Ampalu. Kolaborasi lintas sektor itu menjadi wujud nyata kepedulian dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah.
Melalui program tersebut, para balita penerima manfaat mendapatkan paket makanan bergizi secara rutin selama dua bulan. Intervensi ini ditujukan untuk meningkatkan asupan nutrisi, memperbaiki status gizi, serta mendukung tumbuh kembang anak pada masa emas kehidupan.
Pelaksanaan program juga melibatkan berbagai unsur di lapangan, mulai dari Ahli Gizi Puskesmas Halaban, Ketua TP-PKK Nagari Ampalu, hingga kader posyandu. Mereka bertugas melakukan pendampingan, pemantauan, serta memastikan paket makanan bergizi diterima dan dikonsumsi sesuai dengan sasaran program.
Ahli Gizi Puskesmas Halaban, Era Yanti, berharap program tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan balita di Nagari Ampalu.
“Melalui Program Kampung Zakat ini, diharapkan status gizi balita penerima manfaat dapat meningkat, angka stunting di Nagari Ampalu dapat terus ditekan, serta tercipta generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas,” ujarnya.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para orang tua balita penerima manfaat. Salah seorang warga, Dira Wahyuni, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan berbagai pihak terhadap kondisi anak-anak di nagari tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan dan kerja sama, sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Selain fokus pada penanganan stunting, Program Kampung Zakat Nagari Ampalu juga telah menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan, ekonomi, sosial dan dakwah.












