JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Keluarga besar Muslim Kasim-Basrizal Koto, bersyukur. Ranah Minang pun bangga. Putra Padang Pariaman kelahiran 20 November 1977, Kamil Bahren Pasha ‘pecah bintang’ dan berhak menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI di pundaknya.
Brigjen Kamil Bahren Pasha, S.Sos, M.A, begitu nama lengkap tamatan Akademi Militer (Akmil) angkatan tahun 2000 ini. Acara Laporan Korps kenaikan pangkat perwira tinggi TNI Kamil Pasha dilakukan di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Kenaikan pangkat satu tingkat Kamil dari Kolonel ke Brigjen sudah diprediksi sejak sebulan lalu. Tepatnya 10 Juni 2026, suami drg. Lidya Basko ini, dipromosikan memegang job bintang satu, yaitu Direktur Latihan (Dirlat) Kodiklat TNI. Kamil menggantikan Brigjen TNI Sutrisno Pujiono yang menjabat Dirlat Kodiklat TNI sejak Desember 2025.
Serah terima jabatan Dirlat Kodiklat dari Brigjen TNI Sutrisno Pujiono kepada Kolonel Inf Kamil Bahren Pasha dipimpin Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika di Gedung Yos Soedarso Kodiklat TNI, Serpong Tangerang Selatan, Rabu (10/6/2026).
Kamil Bahren adalah putra Wakil Gubernur Sumbar periode 2010-2015, Muslim Kasim (Alm), sekaligus menantu Owner Basko Group, H Basrizal Koto (Basko). Kamil menikah dengan putri sulung Basko, drg. Lidya Basko.
Menanggapi kabar bahagia itu, Basko yang dihubungi Haluan sore kemarin, menyampaikan ungkapan syukur dan selamat atas amanah yang diterima menantunya.
“Alhamdulillah. Ananda Kamil dapat kepercayaan yang lebih tinggi. Selamat, semoga amanah dan berbuat yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Basko.
Menurut Basko, sebagai orang tua dan keluarga, semuanya mendukung pengabdian Kamil di TNI. Apapun posisi dan dimanapun bertugas, Kamil selalu didampingi istrinya Lidya Basko.
“Sebagai keluarga, kami mendukung Kamil menjadi tentara yang berkomitmen dan profesional. Saya percaya amanah yang diterimanya, ini karena dedikasi dan prestasi dia yang sudah teruji selama ini,” ujar Basko.
Brigjen Kamil Bahren Pasha yang dikonfirmasi melalui telepon sore kemarin, awalnya menolak untuk dipublikasikan. Tetapi setelah dijelaskan, bahwa amanah yang diterimanya bukan hanya kebahagiaan keluarga besar, tapi juga kebanggaan Ranah Minang, Kamil akhirnya luruh dengan catatan, tidak usah dibesar-besarkan.












