PADANG, HARIANHALUAN.ID — Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengajak masyarakat memaknai hijrah bukan hanya sebagai perpindahan tempat, tetapi juga sebagai perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik dengan meninggalkan segala perbuatan yang dilarang Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan tausiah pada kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Nurul Ikhlas Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo, Sabtu (27/6).
Kegiatan itu turut dihadiri Plt Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Nanggalo David Ferdinand, para lurah se-Kecamatan Nanggalo, serta jemaah Masjid Nurul Ikhlas.
Dalam tausiahnya, Maigus menjelaskan bahwa secara bahasa hijrah berarti meninggalkan atau berpindah. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim bahwa orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.
“Momentum 1 Muharram 1448 Hijriah ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua. Jika ingin meraih rahmat dan keberkahan Allah SWT, maka wujudkanlah masyarakat yang beriman, bertakwa, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan,” ujarnya.
Menurut Maigus, semangat hijrah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menolak berbagai bentuk kemaksiatan. Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Padang terus menggaungkan upaya pencegahan kemaksiatan melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti Parade Tauhid, Deklarasi Anti Narkoba, serta gerakan Tolak LGBT.
Ia menambahkan, jihad pada masa sekarang tidak selalu diwujudkan dengan mengangkat senjata sebagaimana pada masa Rasulullah SAW. Tantangan terbesar saat ini adalah melawan kemungkaran dan menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang merusak.
“Jihad hari ini adalah menjaga anak-anak kita. Karena itu Pemerintah Kota Padang menghadirkan Program Smart Surau yang bertujuan mengajak anak-anak kembali meramaikan masjid, belajar mengaji, serta membiasakan diri dengan berbagai kegiatan keagamaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Nurul Ikhlas, Idrial Idrus, mengatakan kegiatan Subuh Mubarakah tersebut merupakan yang pertama kali digelar sejak memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap Subuh Mubarakah ini menjadi awal yang baik dalam menjalani Tahun Baru Islam. Semoga semangat hijrah tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ibadah, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.(h/san)












