OPINI

Membuka Jendela Dunia Sejak Dini

×

Membuka Jendela Dunia Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Junaidi
PNS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Junaidi

Bahkan, bukan tidak mungkin kemampuan berbahasa asing kelak menjadi salah satu kompetensi penting dalam pengembangan karier kepala sekolah maupun guru. Sebab, membangun budaya sekolah tidak cukup hanya dengan membuat aturan. Budaya harus dimulai dari pimpinan. Dan seorang pemimpin akan jauh lebih kuat ketika mampu memberi contoh dan menjadi teladan.

Ketika Orang Tua Berani Berinvestasi pada Masa Depan

Di balik keberhasilan program YARI School, ada pula sosok-sosok yang tidak boleh kita lupakan: para orang tua. Mereka rela mengeluarkan biaya sekitar Rp50 juta untuk seorang anak mengikuti program ini. Jumlah yang tentu tidak sedikit.

Namun, pilihan itu menunjukkan sebuah keyakinan: bahwa ada pengalaman-pengalaman dalam hidup yang nilainya tidak selalu dapat dihitung dengan uang. Mungkin manfaatnya tidak langsung terlihat ketika anak pulang ke tanah air. Tidak serta-merta ada nilai rapor yang melonjak atau prestasi yang bisa diukur dengan angka.

Tetapi bisa jadi, setelah pulang dari Finlandia, ada sesuatu yang berubah di dalam diri mereka. Cara pandang mereka menjadi lebih luas. Kepercayaan diri mereka tumbuh. Mereka belajar bahwa dunia ternyata jauh lebih luas daripada lingkungan yang selama ini mereka kenal.

Baca Juga  KI Tidak Datangkan PAD, Tapi Bisa Selamatkan Uang Rakyat dari Perilaku Korupsi

Dan mungkin, tanpa mereka sadari, di dalam hati dan pikiran anak-anak itu telah tumbuh berjuta harapan dan energi positif untuk menatap masa depan dengan lebih berani.
Saya kira, hampir semua orang tua memiliki harapan yang sama agar anak-anak mereka mendapat kesempatan belajar dan hidup di luar negeri.

Keinginan itu tentu bukan hanya milik keluarga YARI School. Itu adalah harapan banyak keluarga. Persoalannya, tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi untuk mewujudkannya. Di sinilah pemerintah dapat mengambil peran.

Di tengah semangat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang mengirim putra-putri terbaik Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui berbagai program beasiswa, rasanya sangat layak jika kita mulai memikirkan satu langkah berikutnya: program pertukaran pelajar bagi siswa SD dan SMP.

Baca Juga  Sembilan Guru di SMPN 1 Padang Dimutasi, Kepala Sekolah Jadi Guru Biasa

Jika program beasiswa membawa anak-anak Padang melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri, maka program pertukaran pelajar dapat menjadi pintu masuk yang lebih awal. Anak-anak tidak perlu menunggu sampai lulus SMA untuk mengenal dunia. Mereka dapat diperkenalkan sejak SD dan SMP.

Mereka dapat belajar tentang budaya lain. Mereka dapat merasakan belajar di sekolah lain. Mereka dapat tinggal bersama keluarga dari negara lain. Mereka dapat berkomunikasi menggunakan bahasa asing. Dan yang tidak kalah penting, mereka dapat belajar bahwa perbedaan bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang harus dipahami dan dihargai.

Jika Pemerintah Kota Padang suatu saat mampu mewujudkan program pertukaran pelajar bagi siswa SMP secara rutin setiap tahun, saya kira ini akan menjadi sebuah terobosan pendidikan yang sangat membanggakan. Program itu tidak hanya akan memperluas wawasan anak-anak kita, tetapi juga dapat menjadi salah satu penguat fondasi program unggulan Padang Juara.