OPINI

Membuka Jendela Dunia Sejak Dini

×

Membuka Jendela Dunia Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Junaidi
PNS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Junaidi

Anak-anak yang sejak SMP sudah memiliki pengalaman berinteraksi dengan dunia internasional, tentu akan memiliki modal mental yang lebih kuat ketika kelak mengikuti seleksi beasiswa S1/D4 bagi lulusan SMA/SMK sederajat di Kota Padang.

Dengan demikian, perjalanan menuju dunia internasional tidak lagi dimulai ketika mereka menerima beasiswa perguruan tinggi. Perjalanan itu sudah dimulai sejak mereka masih duduk di bangku sekolah.

Membentangkan Jalan Menuju Dunia

Apa yang dilakukan YARI School seharusnya tidak berhenti sebagai cerita tentang sebuah sekolah yang berhasil mengirim siswanya ke Finlandia. Ia semestinya menjadi inspirasi. Bahwa anak-anak Padang juga mampu. Bahwa mereka juga bisa belajar bersama anak-anak dari negara lain.

Bahwa mereka juga bisa hidup di tengah budaya yang berbeda. Bahwa mereka juga bisa berkomunikasi dalam bahasa asing. Dan bahwa mereka juga layak bermimpi jauh lebih tinggi.

Baca Juga  Rangkiang dan Kedaulatan Pangan: Belajar dari Kearifan Minangkabau

Kita tentu tidak harus meniru YARI School persis sebagaimana adanya. Setiap sekolah memiliki karakter, kemampuan dan kondisi masing-masing. Tetapi semangatnya sangat layak kita tiru: membuka jendela dunia sedini mungkin bagi anak-anak.

Sebab, pendidikan pada akhirnya bukan hanya tentang mempersiapkan anak agar lulus ujian. Pendidikan adalah tentang mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan. Dan kehidupan anak-anak kita kelak adalah kehidupan yang tidak lagi dibatasi oleh batas-batas geografis.

Karena itu, sudah saatnya kita membentangkan jalan yang lebih lebar bagi mereka. Jalan menuju dunia. Jalan menuju masa depan. Jalan menuju mimpi-mimpi yang mungkin hari ini masih terasa terlalu jauh.

Baca Juga  Tim Cagar Budaya Padang: Indarung Aset yang Luar Biasa!

Jika YARI School telah membuktikan bahwa anak SD pun bisa belajar menembus batas negara, mengapa anak-anak dari sekolah lain di Kota Padang tidak bisa? Jika satu sekolah telah berani membuka jendela dunia, mengapa kita tidak membuka jendela yang sama untuk lebih banyak anak Padang? Mungkin inilah saatnya kita mulai membangun pengalaman internasional itu sejak mereka masih belia.

Semoga suatu hari nanti, semakin banyak anak-anak Padang yang tidak hanya bermimpi melihat dunia, tetapi benar-benar mendapatkan kesempatan untuk belajar di dalamnya. Dan semoga dari tangan mereka kelak lahir generasi Padang yang percaya diri, berwawasan luas, berkarakter kuat, menguasai bahasa dunia, serta mampu membawa nama baik kota tercinta ke panggung internasional. Aamiin. (*)