Menurutnya, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kualitas entrepreneurial human capital, yakni sumber daya manusia yang mampu berpikir inovatif, memanfaatkan teknologi secara optimal, membaca peluang usaha, dan beradaptasi terhadap perubahan.
“Nagari Lareh Nan Panjang memiliki potensi menjadi living laboratory bagi pengembangan penelitian doktoral sekaligus contoh praktik terbaik dalam pembangunan nagari berbasis inovasi, digitalisasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti diskusi ilmiah, observasi lapangan, serta dialog interaktif mengenai strategi pengembangan UMKM, digitalisasi pemerintahan nagari, peningkatan literasi digital masyarakat, hingga penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi berbasis riset yang mampu memperkuat pembangunan daerah sekaligus menjadi model pengembangan entrepreneurial human capital dalam mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing UMKM.
Kolaborasi antara dunia akademik dan Pemerintah Nagari Lareh Nan Panjang ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mewujudkan pembangunan nagari yang adaptif terhadap tantangan dan peluang di era digital. (*)












