BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID – Koperasi Konsumen Syari’ah Pegawai Negeri (KKSPN) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi memiliki anggota sebanyak 820 orang dengan omset mencapai Rp75 miliar per Desember 2025.
Hal tersebut mengemuka saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-49 KKSPN Disdikbud Bukittinggi Tahun Buku 2025 di Gedung Perpustakaan Bung Hatta Bukittinggi, Selasa (31/3).
RAT yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi ini dihadiri ratusan anggota koperasi yang terdiri dari ASN, pensiunan, serta tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
Turut hadir perwakilan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dewan Koperasi Indonesia Daerah.
Ketua KKSPN Disdikbud Kota Bukittinggi, H. M. Aswir, menyampaikan bahwa RAT ke-49 Tahun Buku 2025 memiliki dua agenda utama, yaitu rapat umum dan rapat khusus.
Pada rapat umum, pengurus dan anggota meminta arahan, masukan, pandangan, serta petunjuk dari para ahli dan pejabat daerah untuk keberlanjutan dan kemajuan koperasi.
Sementara itu, rapat khusus diisi dengan pemaparan dari pengurus kepada anggota terkait jalannya koperasi selama satu tahun terakhir.
“RAT ini seharusnya digelar pada bulan lalu. Namun, karena adanya proses audit dan juga memasuki bulan Ramadan, RAT baru bisa terselenggara hari ini,” ungkap Aswir.
Selain itu, pada RAT kali ini juga dilakukan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) tahun 2026 serta pemilihan pengurus baru, mengingat masa bakti pengurus sebelumnya telah berakhir selama tiga tahun.
Koperasi ini memiliki tiga bidang usaha, yakni usaha pertokoan, usaha pembiayaan, dan usaha pembiayaan kesejahteraan. Sebagai koperasi syariah, KKSPN Disdikbud Kota Bukittinggi juga didukung tenaga ahli dari UIN Bukittinggi, yaitu Dr. Awaluddin, M.A.
Aswir menambahkan, saat ini KKSPN Disdikbud Kota Bukittinggi termasuk koperasi yang sehat dan baik.
Pada tahun 2022, koperasi ini dinobatkan sebagai koperasi terbaik I di Kota Bukittinggi, terbaik I di Sumatera Barat, dan masuk enam besar terbaik di Indonesia.
Pada tahun 2026, koperasi ini kembali diusulkan untuk mewakili Kota Bukittinggi dalam penilaian tingkat Sumatera Barat.
“Diharapkan pengurus yang baru nantinya dapat mempertahankan serta mengembangkan koperasi ini menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi yang diwakili Kabid PKPMP, Masri, menyampaikan bahwa KKSPN Disdikbud Kota Bukittinggi merupakan salah satu koperasi yang luar biasa.
Berdasarkan laporan pengurus, omset koperasi ini mencapai lebih dari Rp75 miliar, meningkat Rp3 miliar pada tahun 2025.
“Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerja sama dan semangat seluruh pengurus serta anggota KKSPN. Berdasarkan data, koperasi ini memiliki potensi pasar yang cukup besar.
Diharapkan pengurus baru nantinya mampu mentransformasi KKSPN menjadi lebih baik, karena hal ini juga akan menjadi acuan di tingkat kota, provinsi, hingga nasional dalam melihat perkembangan koperasi dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Pada RAT ke-49 ini, KKSPN juga menyerahkan berbagai doorprize kepada anggota, seperti penghargaan bagi anggota dengan jumlah belanja terbanyak serta sekolah dengan belanja terbanyak. (h/wet)












