OPINI

Penerapan Kerangka McGuire di Lingkungan Madrasah

×

Penerapan Kerangka McGuire di Lingkungan Madrasah

Sebarkan artikel ini

Oleh : Alfauzan, SAg, MM (Kepala MTsN 2 Pesisir Selatan) 

Pengertian

Kerangka McGuire, atau dikenal sebagai McGuire’s Communication – Persuasion Matrix atau Matriks Komunikasi-Persuasi McGuire) adalah : sebuah model teoritis dalam ilmu komunikasi yang menjelaskan bagaimana sebuah pesan persuasif dapat memengaruhi dan mengubah sikap serta perilaku seseorang. 

Kerangka yang dikembangkan oleh psikolog sosial William J. McGuire ini membagi proses persuasi menjadi dua dimensi utama : Input (faktor komunikasinya) dan Output (tahapan perubahan mental pada audiens).

Kerangka ini sering digunakan oleh pembuat kampanye iklan, strategi pemasaran, atau kampanye kesehatan masyarakat untuk merancang dan mengevaluasi efektivitas pesan mereka.

Dimensi Utama Kerangka McGuire

Untuk memahami kerangka ini, bayangkan sebuah matriks yang mempertemukan variabel independen (Input) dengan variabel dependen (Output) :

Faktor Input (Komponen Komunikasi)

Ini adalah elemen-elemen yang bisa dikendalikan oleh pembuat pesan sebelum kampanye atau komunikasi diluncurkan. Biasanya mengikuti formula dasar komunikasi : 

1. Source (sumber):

Siapa yang menyampaikan pesan? (Misalnya: keahlian, kredibilitas, atau daya tarik selebriti).

2. Message (Pesan):

Bagaimana pesan dikemas? (Misalnya: menggunakan jenis bahasa tertentu, argumen logis, atau pendekatan emosional/menakut-nakuti).

3. Channel (Saluran/Media):

Media apa yang digunakan untuk menyebarkan pesan? (Misalnya: media sosial, televisi, tatap muka, atau poster).

Baca Juga  Membayangkan Cerpen dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

4. Receiver (Penerima/Audiens):

Siapa target audiensnya, (Misalnya : faktor usia, tingkat pendidikan, kepribadian, atau kecerdasan).

5. Destination/Intent (Tujuan):

Apa target akhir dari perubahan tersebut? (Misalnya: perubahan sikap jangka pendek vs jangka panjang, atau tindakan pembelian langsung).

Faktor Output (Tahapan Pemrosesan Informasi)

McGuire menekankan bahwa persuasi tidak terjadi secara instan, melainkan melalui serangkaian tahapan psikologis yang berurutan pada diri audiens. 

Dalam versi dasarnya yang populer, terdapat 6 langkah persuasi sbb : 

1. Presentation (Paparan):

Audiens harus dihadapkan atau terpapar pada pesan tersebut terlebih dahulu. 

2. Attention (Perhatian):

Audiens harus benar-benar memperhatikan pesan tersebut, bukan sekadar melihat sekilas. 

3. Comprehension (Pemahaman):

Audiens harus mengerti dan paham isi atau maksud dari pesan yang disampaikan.

4. Yielding (Penerimaan/Perubahan Sikap):*

Audiens menyetujui argumen dalam pesan dan mengubah sikap atau opininya agar selaras dengan pesan tersebut.

5. Retention (Retensi/Ingatan):

Audiens mengingat perubahan sikap tersebut dan menyimpannya di dalam memori jangka panjang.

6. Behavior (Perilaku/Tindakan):

Audiens benar-benar mengambil tindakan atau mengubah perilaku nyata mereka sesuai instruksi pesan (misalnya: membeli produk atau berhenti merokok).

Cara Kerja dan Aturan Penting*

Baca Juga  Antara Efisiensi Korporasi dan Nilai Lokal: Nasib PT Semen Padang

Prinsip utama dari Kerangka McGuire adalah efek multiplikatif (bersifat melipatgandakan). Artinya, keberhasilan di tahap akhir (Perilaku) sangat bergantung pada tingkat keberhasilan di setiap tahap sebelumnya.

Jika audiens (guru/pegawai) terpapar pesan atau cara Kita pada Tahap 1, dan memperhatikannya pada Tahap 2, tetapi mereka tidak paham maksudnya pada Tahap 3 bernilai 0%), maka peluang terjadinya perubahan perilaku di tahap akhir otomatis akan menjadi nol. 

Oleh karena itu, perancang strategi komunikasi harus memastikan setiap elemen input dirancang dengan baik agar audiens dapat melewati seluruh tahapan output dengan mulus.

Dalam kerangka kerja di suatu instansi McGuire menyatakan bahwa berbagai variabel independen dalam situasi komunikasi dapat memengaruhi satu atau lebih tahap yang telah disebutkan, sebagai acuan dan kerangka berpikir bagi guru dan pegawai di madrasah

Teori McGuire memberi kita sebuah pandangan yang baik tentang bagaiman proses perubahan sikap dapat terjadi dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pola dan sistem dalam menerima sebuah ide atau program perubahan di suatu instansi/madrasah.

Semoga bermanfaat bagi kita semua dalam rangka sebuah transformasi di madrasah kita ke depan, terimakasih wassalam. (*).