KAMPUS

Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang Inisiasi NutriPreneur Muda, Dorong Mahasiswa Kembangkan Healthy Food Halal, Aman, dan Berdaya Saing

×

Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang Inisiasi NutriPreneur Muda, Dorong Mahasiswa Kembangkan Healthy Food Halal, Aman, dan Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini

PADANG, HALUAN– Dosen Poltekkes Kemenkes Padang menginisiasi Program “NutriPreneur Muda” melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kewirausahaan sebagai upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus mendorong lahirnya inovasi produk pangan sehat di kalangan mahasiswa. Program bertajuk “NutriPreneur Muda: Inovasi dan Komersialisasi Produk Healthy Food Halal, Aman, dan Berdaya Saing Kreasi Mahasiswa” ini dilaksanakan secara bertahap mulai 23 Mei hingga Oktober 2026.

Program dilaksanakan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Padang yang terdiri dari Nur Ahmad Habibi, S.Gz., M.P., Ibnu Anhar, M.Si., dan Dr. Gusnedi, STP., MPH. Kegiatan diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai kewirausahaan, tetapi juga mendampingi mahasiswa mulai dari penyusunan ide bisnis, pengembangan produk, inkubasi, pembuatan prototipe, uji pasar, hingga komersialisasi produk.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Sosialisasi NutriPreneur Muda pada 23 Mei 2026 yang diikuti oleh 157 mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan proposal bisnis, peluang menjadi NutriPreneur Muda, serta praktik pengembangan bisnis pangan. Sosialisasi sekaligus menjadi tahapan awal pelaksanaan Hackathon NutriPreneur Muda untuk menjaring berbagai ide dan inovasi bisnis mahasiswa.

Dari proses penjaringan tersebut, sebanyak 16 tim mengajukan proposal bisnis. Proposal kemudian dinilai berdasarkan aspek keunikan produk, inovasi, serta potensi jual. Berdasarkan hasil seleksi, ditetapkan 10 tim terbaik untuk mengikuti tahapan Inkubasi Bisnis NutriPreneur Muda.

Inkubasi bisnis tahap awal dilaksanakan pada 23 Agustus 2026, dengan fokus pada pemahaman dan regulasi produk pangan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), positioning produk, serta pemberian rekomendasi pengembangan terhadap masing-masing produk. Melalui proses tersebut, mahasiswa diarahkan untuk melihat produk tidak hanya dari aspek inovasi, tetapi juga dari keamanan pangan, kehalalan, kelayakan biaya produksi, kebutuhan konsumen, dan potensi pasar.

Baca Juga  UNAND Kukuhkan 7 Guru Besar Perkuat Riset Nasional

Ketua tim pelaksana, Nur Ahmad Habibi, S.Gz., M.P., menjelaskan bahwa NutriPreneur Muda dirancang agar mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan inovasi produk pangan, tetapi mampu membawa inovasi tersebut menuju produk yang memiliki nilai ekonomi dan berkelanjutan.

“Melalui NutriPreneur Muda, kami ingin mahasiswa belajar membawa sebuah ide menjadi produk, kemudian mengujinya kepada konsumen dan mengembangkannya menjadi bisnis yang berkelanjutan. Harapannya akan lahir wirausaha-wirausaha muda bidang pangan dan gizi dari lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang,” ungkap Nur Ahmad Habibi.

Sebagai bagian dari proses inkubasi, 10 tim terpilih masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp500.000 untuk mendukung pembuatan dan penyempurnaan prototipe serta pelaksanaan uji pasar. Mahasiswa selanjutnya diberikan kesempatan untuk memproduksi, menjual, dan mengevaluasi produknya berdasarkan respons konsumen. Hasil pengembangan prototipe, penjualan, dan uji pasar tersebut akan menjadi bagian dari penilaian tahap selanjutnya untuk menentukan bisnis terbaik Program NutriPreneur Muda.

Program ini juga mendapat dukungan aktif dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sejak tahap awal, BEM berkontribusi dalam membantu koordinasi, menyebarluaskan informasi, menjaring peserta, serta mendukung pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan. BEM menyambut positif Program NutriPreneur Muda karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperoleh pengalaman nyata dalam menjalankan usaha.

“Kami sangat senang dapat berkontribusi dalam Program NutriPreneur Muda. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya belajar tentang kewirausahaan, tetapi juga mencoba secara langsung mengembangkan dan memasarkan produk yang mereka hasilkan,” ungkap perwakilan BEM Poltekkes Kemenkes Padang.

Salah satu peserta Program NutriPreneur Muda, Hafsha Al Fathani, yang mengembangkan produk Nastalor, juga menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan yang diberikan membantu mahasiswa melihat pengembangan produk secara lebih komprehensif, mulai dari kualitas produk hingga aspek bisnis dan pemasaran.

Baca Juga  Kembangkan Potensi Kepenulisan Santri, Pondok Pesantren Kauman Gelar SWC II

“Program NutriPreneur Muda sangat membantu kami dalam mengembangkan produk dan memahami bagaimana sebuah ide dapat diarahkan menjadi bisnis yang lebih matang. Kami belajar menghitung HPP, menentukan pasar yang tepat, mendapatkan masukan untuk pengembangan produk, serta diberikan kesempatan membuat prototipe dan mengujinya langsung kepada konsumen. Semoga program ini terus berlanjut sehingga produk yang kami kembangkan dapat benar-benar dipasarkan dan menjadi usaha mahasiswa yang berkelanjutan,” ujar Hafsha Al Fathani.

Keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam proses inkubasi, pembuatan prototipe, penjualan, hingga uji pasar menjadi bagian penting dari pendekatan Program NutriPreneur Muda. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengalami peningkatan pengetahuan kewirausahaan, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam mengambil keputusan bisnis, membaca respons konsumen, dan mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar.

Program NutriPreneur Muda akan terus dilaksanakan hingga Oktober 2026 melalui proses inkubasi lanjutan, pembuatan dan penyempurnaan prototipe, uji pasar, evaluasi hasil penjualan, serta pemilihan bisnis terbaik. Keberlanjutan program juga akan diperkuat melalui konsep sharing facility dan dukungan Unit Bisnis Poltekkes Kemenkes Padang dengan menyediakan tempat bagi mahasiswa untuk menjual dan memasarkan produknya di lingkungan kampus.

Melalui Program NutriPreneur Muda, Poltekkes Kemenkes Padang berupaya membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa berbasis kesehatan dan pangan. Program ini diharapkan mampu melahirkan NutriPreneur muda yang tidak hanya kreatif dalam menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu mengembangkan produk healthy food yang halal, aman, bernilai ekonomi, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)